Round-Up

Bantu Tagih Utang Teman Bikin Oknum TNI Terlibat Pembunuhan di Jurang

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 07:28 WIB
Konferensi pers di Polda Sumut (Datuk Haris-detikcom)
Foto: Konferensi pers di Polda Sumut (Datuk Haris-detikcom)
Jakarta -

Oknum anggota TNI Koptu S diduga terlibat kasus pembunuhan. Oknum TNI ini diduga terlibat salah satu pelaku pembunuhan Jefri Wijaya yang mayatnya ditemukan di dalam jurang di Berastagi, Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Mayat Jefri ditemukan dalam jurang pada Jumat (18/9) oleh warga. Banyak luka di tubuh korban dan saat ditemukan dalam kondisi tanpa busana.

Ada tujuh orang yang menjadi tersangka kasus dugaan pembunuhan Jefri. Perburuan para tersangka lain yang terlibat masih diburu.

Para tersangka yakni Edi Siswanto, Handi, M Dandi, Slamet Nurdin, Bagus Arianto, dan Arif. Mereka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP.

"Di tempat ini ada enam tersangka. Sebenarnya tujuh, satu sedang pengembangan karena untuk ini, pelakunya lebih dari 10 orang, kira-kira 13-14 orang," kata Dirkrimum Polda Sumut Kombes Irwan Anwar dalam konferensi pers di Polda Sumut, Medan, Rabu (23/9/2020).

Irwan menjelaskan ada salah satu tersangka yang diduga dari oknum TNI. Namun Irwan tidak menjelaskan secara detail identitasnya.

Kasus ini pun masih didalami polisi. Polisi pun membeberkan rencana pembunuhan Jefri yang sudah diatur oleh para pelaku.

Kasubdit Jatanras Polda Sumut Kompol Taryono menjelaskan ada empat bagian dari kasus pembunuhan ini, yaitu dari perencanaan, eksekusi, pembuangan, hingga konsolidasi. Latar belakang rencana pembunuhan ini gegara perkara utang ratusan juta rupiah.

"Awal mulanya ada utang dari Dani kepada Saudara Edi. Kemudian ada penjaminan dari Jefri bahwa akan diselesaikan oleh Saudara Jefri. Setelah ditunggu, tidak ada kejelasan dari Saudara Jefri," ujar Taryono.

Edi, kata Taryono memerintahkan Helmi mencari Jefri. Helmi dengan beberapa tersangka lalu mencari Jefri.

Untuk bisa menemui korban, para tersangka memancing Jefri dengan transaksi penjualan mobil. Dan, memang Jefri belakangan pernah mengunggah terkait penjualan mobil.

"Sehingga hal tersebut disambut oleh Saudara Edi dengan melalui tersangka lain, sehingga keluarlah Saudara Jefri membawa mobil yang transaksi," imbuh Taryono.

Selanjutnya
Halaman
1 2