Said Aqil: Muktamar PBNU Ditunda Akibat Corona, Bukan karena Kepentingan Saya

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 23 Sep 2020 11:42 WIB
Said Aqil Siroj
Said Aqil (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siroj mengatakan Muktamar PBNU ke-34 ditunda hingga akhir 2021. Said Aqil menegaskan penundaan agenda besar PBNU itu karena pandemi virus Corona.

"Oleh karena korban berjatuhan dan kondisi belum memungkinkan bagi kita untuk menyelenggarakan forum tertinggi dari organisasi ini yaitu Muktamar, pengurus wilayah, pengurus cabang dan juga pengurus cabang istimewa telah berkirim surat permohonan penundaan pelaksanaan Muktamar ke-34 PBNU. 34 PWNU dan 380 PC dan PCNU artinya lebih dari 2/3 telah mengirimkan surat persetujuan pengunduran pelaksanaan Muktamar PBNU ke-34 ini insyaallah akhir tahun depan," kata Said Aqil pada Konferensi Besar (Konbes) PBNU tahun 2020 secara virtual, Rabu (23/9/2020).

Salah satu pertimbangan dari penundaan Muktamar, sebut Said Aqil demi keselamatan jiwa. Dia menyebut teknis pelaksanaan Muktamar itu akan dibahas lebih lanjut dalam Konbes ini.

"Pertimbangan yang kita jadikan landasan adalah pertimbangan keselamatan jiwa dan kemanusiaan. Oleh karena itu pembicaraan dan pembahasan tentang Muktamar ke-34 NU ini penting untuk dilakukan dan segera diputuskan. Dan saya yakin semua peserta Konbes ini bersifat arif dan bijak semuanya sama mempunyai kepentingan yang sama yaitu keselamatan warga NU, keselamatan masyarakat, keselamatan bangsa semuanya. Itu yang kita harapkan, dan sikap ini mari kita ambil dengan tulus dan ikhlas," tuturnya.

Said Aqil menegaskan tak ada kepentingan politik dalam penundaan Muktamar ini. Dia juga menepis adanya keinginan untuk menambah masa jabatan selama satu tahun.

"Tidak ada kepentingan apa-apa. Tidak ada kepentingan agar PBNU ditambah satu tahun, tidak sama sekali tidak. Bukan itu, tapi semata-mata kepentingan keselamatan bersama. Tidak ada kepentingan saya menikmati periode ini tambah satu tahun, sama sekali tidak ada, sedikit pun tidak ada, tidak terlintas dalam benak saya seperti itu. Jika hari ini selesai COVID, bulan depan mari kita adakan Muktamar," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2