Polisi Cek CCTV-Periksa Saksi Dalami Kasus Pelecehan di Soetta

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 17:34 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang wanita di Bandara Soekarno-Hatta saat melakukan rapid test. Polisi telah memeriksa CCTV dan saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

"Masih kita dalami dari CCTV yang ada. Kita cross-check dari alat bukti yang ada, keterangan saksi-saksi dan keterangan korban sendiri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (22/9/2020).

Menurut Yusri, hari ini polisi membawa korban ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2) Gianyar, Bali. Korban, kata Yusri, akan diperiksa kondisi psikologisnya atas peristiwa pelecehan tersebut.

"Kemudian juga kita lakukan pemeriksaan hari ini, pemeriksaan P2TP2. Ini yang sementara kita lakukan pemeriksaan untuk psikologi ya sebagai kelengkapan alat bukti kita, P2TP2 Gianyar, Bali," ucap Yusri.

Selain memeriksa korban, Yusri mengungkap saksi-saksi lain yang sudah diperiksa polisi. Mulai pihak Airport Operation Control Center (AOCC) atau Pusat Kendali Operasi hingga PT Kimia Farma Diagnostika selaku penyedia layanan rapid test di Terminal 3 Bandara Soetta.

"Beberapa saksi yang sudah kita lakukan pendalaman. Termasuk AOCC bandara untuk mengambil CCTV-nya, juga ada beberapa saksi dari penanggung jawab PT Kimia Farma sebagai penanggung jawab yang menyiapkan kegiatan rapid test di Bandara Soetta di Terminal 3," jelas Yusri.

Seperti diketahui, kasus ini viral di media sosial setelah korban LHI menceritakan kejadiannya itu di akun Twitter. Singkat cerita, korban saat itu hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta untuk menjalani rapid test. Korban pun awalnya yakin hasil rapid test akan nonreaktif lantaran dia yakin tidak pernah berada pada komunitas yang terpapar Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2