Wanita Dilecehkan Saat Rapid Test di Soetta, Polisi Periksa Korban di Bali

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:34 WIB
Gedung Promoter Polda Metro Jaya yang pembangunannya menghabiskan dana sebesar Rp 498 miliar telah diresmikan, Jumat (19/1/2017). Peresmian dilakukan oleh Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.
Gedung Promoter Polda Metro Jaya (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polisi menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual terhadap wanita berinisial LHI yang mengaku dilecehkan saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta. Polisi sudah terbang ke Bali untuk meminta keterangan dari korban.

"Hari penyidik sudah janjian dengan pengadu untuk bisa ketemu di Bali. Jadi tim Polres Metro Bandara Soetta sudah ada di Bali untuk janjian dengan pengadu untuk dilakukan klarifikasi dan membuat laporan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Yusri mengatakan korban saat ini sudah ada di Bali setelah sebelumnya melakukan perjalanan ke Nias, Sumatera Utara. Polisi melakukan upaya jemput bola untuk mengusut tuntas kasus yang viral di media sosial itu.

"Yang bersangkutan kembali ke Bali, karena memang alamat pengadu ini ada di Bali," imbuhnya.

Di sisi lain, polisi juga telah berkoordinasi dan meminta klarifikasi dari PT Kimia Farma Diagnostik selaku penyelenggara rapid test di Bandara Soekarno-Hatta saat itu.

"Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma, yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi, karena kita pengen tahu dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan," katanya.

Yusri menambahkan, keterangan korban diperlukan agar polisi memiliki dasar hukum untuk menindak lanjuti cuitan viral tersebut. Selanjutnya, polisi juga akan meminta keterangan pelaku.

"Mudah-mudahan hasil pagi ini kita bisa membuat laporan pengadunya untuk kita bisa mengambil tindak lanjutnya. Termasuk pelakunya ini yang inisialnya EFY. Secepatnya kita lakukan pemeriksaan untuk bisa menentukan tindak lanjut ke depannya seperti apa dari kasus pelecehan kepada si pengadu ini," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2