Round-Up

Jemput Bola Polisi Agar Terang Isu Dokter Lecehkan Wanita saat Tes Corona

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 06:56 WIB
Colour backlit image of the silhouette of a woman with her hands on her head in a gesture of despair. The silhouette is distorted, and the arms elongated, giving an alien-like quality. The image is sinister and foreboding, with an element of horror. It is as if the woman is trying to escape from behind the glass. Horizontal image with copy space.
Foto: iStock
Jakarta -

Seorang wanita inisial LHI viral di media sosial (medsos) setelah mengaku diperas dan dilecehkan seksual saat menjalani pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Cengkareng, Banten. Polisi kini turun tangan.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho, mengatakan pihaknya belum menerima pelaporan secara resmi dari pihak yang merasa menjadi korban. Namun, penyelidikan tetap berjalan dan mengumpulkan alat bukti tengah menjadi tugasnya saat ini.

"Proses pencarian dan pengumpulan alat bukti adalah tugas dari aparat penegak hukum," kata Alex kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Alex menuturkan penyelidikan awal polisi yakni mencari fakta dalam peristiwa ini. Sejumlah upaya yang dilakukan antara lain memeriksa saksi dan mengecek CCTV.

"Walaupun belum atau mungkin tidak ada pelaporan dari yang merasa dirugikan, pertanyaan bagaimana sebenarnya peristiwa ini terjadi akan ditelusuri oleh penyelidik. Penyelidik akan menjalankan upaya yang perlu dan bisa dilakukan untuk membuat terang perkara ini," jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengatakan LHI saat ini berada di Bali. Polisi telah meminta LHI untuk membuat laporan polisi. Namun LHI beralasan tengah sibuk dengan pekerjaannya.

"Kemarin kami sudah cek yang mengedarkan, bahkan menjadi korban pelecehan oleh oknum dokter katanya. Sampai sekarang belum ada laporan polisinya. Kami sudah berkoordinasi kemarin, dia (LHI) dari Medan sudah ke Bali," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (20/9/2020).

Polisi akan berinisiatif untuk menjemput bola agar dugaan pemerasan dan pelecehan yang dialami LHI dapat diusut, sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

"Rencana penyidik mau berangkat ke sana jemput bola (ke Bali). Jangan menyebarkan tetapi habis itu sembunyi, kita jemput bola karena dia sudah menyebarkan. Kita jemput bola ke sana supaya terang benderang perkara ini, masyarakat tidak beralibi lain, dia tidak ngoceh sembarangan, kita terangkan perkara ini," sambung Yusri.

Dalam cerita LHI yang viral itu, dia mengaku dilecehkan oleh oknum dokter. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun angkat bicara terkait kasus viral LHI. IDI memastikan oknum dokter yang dimaksud bukanlah anggota dari IDI.

"Sejauh ini kami cek di database IDI identitas yang bersangkutan itu tidak ditemukan. Artinya, bukan bagian dari Ikatan Dokter Indonesia," kata Pejabat Humas Pengurus Besar IDI, Halik Malik, saat dihubungi.