Wanita Dilecehkan Saat Rapid Test di Soetta, Polisi Klarifikasi Kimia Farma

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 12:09 WIB
Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers di Mapolda Jaya, Jakarta, Sabtu (25/7/2020) terkait kematian editor Metro TV, Yodi Prabowo. Polda Metro Jaya menyatakan kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut dan leher. Hadir dalam keterangan pers tersebut antara lain Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (Ari Saputra/detikcom)
Tangerang -

Polda Metro Jaya masih menyelidiki cuitan viral seorang wanita berinisial LHI yang mengaku diperas rapid test dan dilecehkan saat hendak melakukan perjalanan ke Nias di Bandara Soekarno-Hatta. Polisi telah meminta klarifikasi petugas kesehatan terkait cuitan wanita tersebut.

"Hasil cuitan itu sudah kami dalami dan kita sudah lakukan klarifikasi petugas kesehatan pada saat itu yang merupakan petugas kesehatan dari PT Kimia Farma," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Yusri menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PT Kimia Farma selaku penanggung jawab petugas yang melaksanakan rapid test di Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

"Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma, yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi, karena kita pengen tahu dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan," imbuhnya.

Saat ini Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta masih melakukan investigasi terkait kasus tersebut. Polisi juga berharap korban mau membuat laporan.

"Mudah-mudahan hasil pagi ini kita bisa membuat laporan pengadunya untuk kita bisa mengambil tindak lanjutnya," katanya.

Lebih lanjut, Yusri mengatakan, pihaknya telah mengidentifikasi oknum petugas tersebut. Polisi secepatnya akan memeriksa oknum tersebut.

"Termasuk pelakunya ini yang inisialnya EFY. Secepatnya kita lakukan pemeriksaan untuk bisa menentukan tindak lanjut ke depannya seperti apa dari kasus pelecehan kepada si pengadu ini," tambahnya.

Tonton juga video 'Sensitivitas Beberapa Rapid Test di Indonesia Tidak Memenuhi Syarat':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2