Isolasi di Wisma Atlet

Cerita soal Pengamen yang Tiba-tiba Masuk RS COVID-19 Wisma Atlet

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 11:29 WIB
Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan jadi rumah sakit darurat pasien COVID-19. Guna tangani kasus COVID-19 di Ibu Kota tower 5 Wisma Atlet pun siap beroperasi.
Gambar ilustasi suasan di WIsma Atlet. (Pradita Utama/detikcom)

Gotong-royong adalah hal lumrah di tower isolasi yang ditempat Juno kala itu. Dia ingat betul, seorang pasien bisa dengan mudah mendapatkan bantuan dari pasien lainnya hanya dengan berkomunikasi via grup WhatsApp (WA) beranggotakan para pasien penghuni satu lantai, di dalam grup WA juga ada perawat.

"Di sana kita harus berusaha membuat semua menjadi happy," kata Juno.

Pihak Wisma Atlet cenderung membuat rileks para pasien. Mereka tidak banyak mengatur aktivitas para pasien, kecuali untuk hal-hal pokok seperti pemeriksaan medis atau kebutuhan makan. Di luar itu, para pasien harus menangani sendiri masalah sehari-hari. Mereka mencuci baju sendiri, mengepel lantai unit sendiri, dan saling membantu satu sama lain.

"Kita bisa mengunjungi penghuni unit sebelah, ngobrol-ngobrol, namun tetap mengenakan masker dan menjaga jarak. Kita biasa sharing (berbagi) soal macam-macam, termasuk masalah pribadi. Ini karena kita harus mendistraksi pikiran kita dari COVID-19," kata Juno.

Rasa sendiri dalam hari-hari isolasi harus terusir. Kebersamaan tetap dijaga. Biasanya setiap unit berisi dua kamar dihuni oleh dua orang. Suatu saat, Juno pernah mengalami momen sendiri tanpa ada teman satu unit. Namun lewat aktivitas-aktivitas bersama penghuni unit lain, semuanya tidak susah dilalui. Apalagi fasilitas di Wisma Atlet memadai.

"WiFi-nya gratis dan kencang sekali," kata Juno.

Para penghuni biasa keluar dari unitnya untuk keluar menikmati udara terbuka saat berjemur pagi hari atau sore hari. Lokasinya bisa di rooftop lantai 32.

Waktu itu, dia menghuni satu unit berisi dua kamar, kamar satu berukuran 4x3 meter dengan dua ranjang dan kamar lainnya berukuran lebih kecil 3x3 meter dengan satu ranjang. Dalam satu unit, ada satu kamar mandi luas dengan kloset duduk. Satu unit mempunyai ruang depan.

"Untuk pelayanan, mereka (pihak Wisma Atlet) sudah melakukan yang terbaik. Satu lantai dijaga satu sampai tiga perawat," kata Juno.


(dnu/fjp)