Isolasi di Wisma Atlet

Cerita soal Pengamen yang Tiba-tiba Masuk RS COVID-19 Wisma Atlet

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 20 Sep 2020 11:29 WIB
Wisma Atlet Kemayoran dialihfungsikan jadi rumah sakit darurat pasien COVID-19. Guna tangani kasus COVID-19 di Ibu Kota tower 5 Wisma Atlet pun siap beroperasi.
Gambar ilustasi suasan di WIsma Atlet. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Tiba-tiba saja, ada pengamen masuk ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet. Orang-orang positif COVID-19 yang menghuni tempat isolasi kemudian 'bergerak' menangani pengamen ini.

Ini adalah cerita kebersamaan para pasien penghuni lantai 29 Tower 7 rumah sakit darurat di Kemayoran Jakarta Pusat. Orang-orang positif COVID-19 ini tidak segan-segan 'mengulurkan tangan' kepada anggota baru.

"Saat saya di Wisma Atlet, waktu itu ada pengamen," kata Juno, menceritakan pengalamannya kepada detikcom, Minggu (20/9/2020).

Juno (36) adalah karyawan swasta yang diisolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet pada 17 April hingga 18 Mei lalu. Dia sedang bercerita pengalamannya, saat lantai 29 Tower 7 kedatangan seorang bapak-bapak bernama Pak Ujang, usianya sekitar 55 tahun. Dia ingat betul penampilan Pak Ujang si pengamen itu saat pertama melihat, yakni bersandal jepit, bercelana pendek, cara berjalannya agak membungkuk.

"Jadi saat dia ke Wisma Atlet, dia cuma bawa baju di badannya saja. Waktu dia diangkut ambulans, dia nggak dikasih waktu untuk siap-siap terlebih dahulu. Dia juga tidak punya duit," kata Juno.

Perkembangan jumlah pasien yang dinyatakan positif Corona di RSD Wisma Atlet per hari ini, Kamis (17/9) mencatatkan rekor sebanyak 1.066 pasien.Ilustrasi ambulans pembawa pasien COVID-19. (Pradita Utama/detikcom)

Para pasien penghuni lantai 29 berjumlah hampir 50 orang, pada saat itu. Mereka dengan cepat mengetahui siapa penghuni baru yang datang tanpa persiapan itu. Reaksi para pasien terhadap Pak Ujang mencerminkan kegotong-royongan yang spontan.

"Kami akhirnya iba melihat dia. Akhirnya kita gotong royong membantu Bapak ini. Saya sendiri membelikan dia satu kotak celana dalam," kata Juno.

Para pasien di Wisma Atlet memang bisa membeli barang dari luar lewat ojek online. Nantinya, barang pesanan akan sampai di lobi lewat protokol pencegahan COVID-19 yang terjaga. Para pasien penghuni lantai 29 membantu Pak Ujang dengan berbagai cara.

"Ada yang membelikan detergen, ada yang membelikan baju, celana. Macam-macam lah. Jadi kita semua saling bahu-membahu, gotong-royong, tolong-menolong," kata Juno.

Tonton juga 'Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Mulai Penuhi Wisma Atlet':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2