Round-Up

Antara Prediksi Anies dan Data Okupansi RS Corona Setelah PSBB

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2020 20:33 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi Corona (Edi Wahyono)
Jakarta -

Gubernur DKI Anies Baswedan sempat memprediksi okupansi RS di Jakarta akan penuh pada 17 September jika belum ada PSBB ketat. Kini PSBB ketat telah berjalan dan berikut ini kondisi okupansi RS.

Saat mengumumkan kebijakan PSBB, Anies menuturkan pihaknya telah mengolah data dan diperkirakan okupansi RS penuh sehingga tak bisa menampung pasien lagi pada 17 September. Anies menargetkan jumlah tempat tidur akan bertambah 20 persen pada 6 Oktober mendatang.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Sementara itu, Satgas Penanganan COVID-19 menjelaskan alasan pemerintah pusat turun tangan mengatasi okupansi RSUD di Ibu Kota. Pemerintah pusat menilai ada persoalan pada pendataan okupansi yang belum real time dan terdata dengan baik.

"Masalahnya isunya yang muncul kan adalah katanya rumah sakit tidak cukup, rumah sakit tidak cukup, penuh, dan seterusnya," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito saat dihubungi, Sabtu (12/9/2020).

Wiku menjelaskan yang sesungguhnya terjadi adalah adanya permasalahan pada pendataan secara real time. Dia pun menyebut selama ini yang dilakukan Pemprov DKI adalah pengisian data secara manual sehingga tidak punya data real time terkait rumah sakit yang penuh atau yang tidak.

Tanggal 17 September yang disinggung Anies jatuh pada hari ini. Data ketersediaan ruang di RSUD bisa dilihat di sini. Dilihat detikcom, Kamis (17/9/2020), data yang ditampilkan adalah data per 17 September pukul 10.47 WIB. Untuk diketahui, angka tersebut dapat berubah setiap waktu.