Round-Up

Serangan-Pembelaan ke Ahok Usai Bongkar Aib Pertamina

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 22:02 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Foto: Rifkianto Nugroho)

Aria Bima: Andre Dilarang Campuri Internal BUMN

Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDIP Aria Bima mengingatkan Andre tidak mencampuri urusan internal BUMN.

"Kita itu terbatas dalam Pasal 91 UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN, tentang organ perusahaan, dilarang ikut campur. Selain organ perusahaan, tidak boleh mencampuri BUMN," ujar Aria Bima dalam perbincangan, Rabu (16/9/2020).

Pria yang akrab disapa Bima ini mengingatkan DPR punya batas terhadap mitra kerjanya. DPR hanya berwenang pada aspek kinerja terhadap mitra, termasuk Komisi VI kepada Pertamina.

Aria Bima juga mengkritik cara Ahok tersebut. "Tapi Ahok juga bukannya benar lho. Ahok sebagai pejabat publik itu kan harus ada etikanya. Substansi tentang kebenaran itu ada ruang untuk mengujinya," ujar dia.

Komisi VI pun menyoroti hal yang disampaikan Ahok. Bima menyebut akan membahas apa yang disampaikan Ahok dalam rapat kerja dengan Pertamina.

Hendrawan: Ahok Gaduh Demi Perbaikan Pertamina

Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, mendukung sikap Ahok.

"Pilih mana, gaduh tapi ada perubahan ke arah lebih baik atau tenang namun penyakit perusahaan tersimpan rapi dalam laci? Hidup damai dalam status quo dengan segenap kebobrokan yang hanya bisa dirasakan atau bergejolak tetapi sedang mencari solusi di luar kelaziman? Ini dua sudut pandang pendekatan manajerial," ujar politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Menurut Hendrawan, sikap Ahok itu membawa semangat Pertamina menuju perubahan lebih baik. Sedangkan sikap Andre dinilai berlawanan dengan Ahok.

Hendrawan menilai, jika ingin perubahan baik di tubuh PT Pertamina, dibutuhkan keberanian seperti adanya sosok Ahok. Dia juga mendukung Ahok membongkar pejabat nakal di Pertamina, tapi dia mengingatkan Ahok tetap menjaga sikapnya.

PPP : Ahok Mundur Jika Tak Bisa Awasi Pertamina

Anggota Komisi VI dari Fraksi PPP, Achmad Baidowi meminta Ahok ikut terlibat membenahi permasalahan internal perusahaan pelat merah itu.

"Nah itu dia. Sebagai Komut harusnya Pak Ahok bisa ikut terlibat membenahi Pertamina dari dalam," kata Baidowi kepada wartawan pada Rabu (16/9/2020).

Lebih lanjut, Baidowi menilai masalah internal Pertamina tidak perlu menjadi kegaduhan di publik. Ia pun menyarankan Ahok mundur apabila tidak mampu melakukan pengawasan dan audit di Pertamina.
Wasekjen PPP berpendapat masalah internal tidak perlu diumbar ke publik melalui media sosial sosial.

Menurut Baidowi mengumbar masalah internal korporasi justru akan membuat publik mempertanyakan kinerja Ahok. Sebab, Ahok seharusnya ikut membenahi permasalahan internal di Pertamina.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4