Denda Rp 500 Ribu bagi Warga Tak Bermasker di Sumsel Berlaku Hari Ini

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 17:34 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Herman Deru (baju putih) (Dok. Pemprov Sumsel)
Palembang -

Sanksi terhadap masyarakat yang melanggar protokol COVID-19 di Sumatera Selatan mulai diterapkan hari ini. Warga yang terbukti melanggar aturan pencegahan COVID-19 bakal dikenai sanksi push up hingga denda Rp 500 ribu.

"Kita sudah beri sosialisasi pergub selama satu pekan lebih. Mulai hari ini sanksi bagi pelanggar sudah dapat diberlakukan," kata Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Rabu (16/9/2020).

Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel tidak akan membatasi aktivitas masyarakat. Namun warga diminta mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19 sesuai dengan Pergup 37 Tahun 2020 tentang Penerapan Protokol Kesehatan.

"Pemberian sanksi ini bukan berharap ada dapat denda atau hukumannya. Tujuannya adalah ingin mengingatkan, pemerintah ini ada untuk masyarakat di saat sulit seperti ini, menjamin keselamatan masyarakatnya melalui pergub yang diterbitkan ini," ujarnya.

Dalam pergub itu, pelanggar protokol kesehatan bakal diberi sanksi administratif hingga denda. Sanksi administratif berupa teguran lisan atau tertulis sampai denda Rp 500 ribu untuk individu.

Sementara tempat usaha, perkantoran, hotel, dan sejenisnya bakal diberikan sanksi administratif berupa penghentian sementara hingga denda maksimal Rp 15 juta.

"Nanti yang menentukan sanksi ini adalah hakim. Apalagi satgas ini juga melibatkan pengadilan dan kejaksaan saat penerapan sanksi," ujar Kasatpol PP Sumsel Aris Saputra.

(ras/haf)