Jaksa KPK Dakwa Eks Direktur PT HTK Beri Suap Rp 2,6 Miliar ke Bowo Sidik

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 13:38 WIB
Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono diperiksa KPK. Pemeriksaan itu terkait dengan kasus dugaan suap distribusi pupuk.
Foto Direktur PT HTK, Taufik Agustono: Ari Saputra

Berikut uang muka terkait proyek yang diterima Bowo Sidik:

-Tanggal 8 Mei 2018, sebesar USD 35 ribu diterima langsung Bowo
-Tanggal 13 Juli 2018, sebesar USD 20 ribu diterima melalui M Indung
-Tanggal 14 Agustus 2018, sebesar USD 20 ribu diterima melalui M Indung bersama Clara Agustine.

Tak hanya itu, demi memuluskan pemberian uang suap ke Bowo Sidik, Taufik menggunakan nama perusahaan PT Inersia Ampak Enginers di mana Bowo menjabat sebagai Komisaris di PT Inersia itu. Taufik memberikan fee itu melalui Asty, dan Asty lalu mengirimkan uang fee itu ke PT Inersia.

"Pada tanggal 8 Juni 2018 Terdakwa menandatangani MoU antara PT HTK dengan PT Inersia yang telah diberikan tanggal mundur (backdated) 29 Januari 2018 tersebut dikirimkan ke kantor PT Inersia untuk ditandatangani M Indung, MoU berisi kesepakatan mengenai management komersial yang didalamnya mencantumkan management fee PT Inersia, namun senyatanya MoU ini dibuat hanya sebagai formalitas untuk administrasi pengajuan pengeluaran dana PT HTK guna pemberian commitment fee kepada Bowo Sidik Pangarso, sehingga seolah-olah sebagai transaksi bisnis biasa," ungkap jaksa.

Adapun penerimaan fee yang dijanjikan Taufik kepada Bowo adalah sebagai berikut:

1. Oktiber 2018, Bowo menerima uang Rp 221.523.932,00 terkait sewa kapal MT Pupuk Indonesia Bulan Juni (18 hari), Juli (31 hari) dan Agustus (31 hari)
2. 1 November 2018, sebesar USD 59.587 terkait pengangkutan Amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo
3. 20 Desember 2018, uang sebesar USD 21.327
4. 26 Februari 2019, uang sebesar USD 7.819, uang fee terkait pengangkutan Amoniak oleh Kapal MT Griya Borneo bulan November dan Desember 2018
5. 27 Maret 2019, uang sebesar Rp 89.449.000.

"Bahwa Terdakwa melalui Asty Winasty telah memberikan uang fee kepada BOWO SIDIK PANGARSO seluruhnya sebesar USD 163.733,00 dan Rp 311.022.932,00," tegas jaksa KPK.

Selain ke Bowo Sidik, Taufik melalui Asty WInasty juga memberikan suap kepada Ahmadi Hasan sebesar USD 28.500. Sementara ke Steven Wang sebesar USD 32.300 dan Rp 186.878.664.

Atas perbuatannya itu, Taufik didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b dan atau Pasal 13 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jis Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Halaman

(zap/dhn)