KPK Setor Rp 10 M-SGD 1.060-USD 50 Rampasan Kasus Bowo Sidik ke Kas Negara

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2020 15:04 WIB
Gedung baru KPK (Dhani-detikcom)
Gedung KPK (Dhani/detikcom)
Jakarta -

KPK menyetorkan uang hasil rampasan dari kasus suap terhadap eks anggota DPR Bowo Sidik Pangarso ke kas negara. Total uang yang disetorkan adalah Rp 10,4 miliar, SGD 1.060, dan USD 50.

"Total keseluruhannya sebesar Rp 10.424.031.000 dan SGD 1.060 serta USD 50," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Sabtu (2/5/2020).

Ali mengatakan uang tersebut disetorkan ke kas negara secara bertahap pada 22 Januari 2020 sebesar Rp 1.850.000.000 serta pada 24 April 2020 sebesar Rp 8.574.031.000, SGD 1.060, dan USD 50. Uang rampasan yang disetorkan itu termasuk uang yang berasal dari amplop-amplop yang disita saat OTT terhadap Bowo Sidik.

Ali mengatakan bagian dari komitmen KPK untuk memaksimalkan asset recovery atau pemulihan aset dari hasil tindak pidana korupsi. Penyetoran ke kas negara tersebut yang dilaksanakan oleh jaksa eksekusi KPK Andry Prihandono.

"Upaya asset recovery tersebut sebagaimana putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 81/Pid.Sus-TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 04 Desember 2019 atas nama terdakwa Bowo Sidik Pangarso," sebut Ali.

Tonton video KPK Tangkap Ketua DPRD-Plt Kadis PUPR Muara Enim:

Selanjutnya
Halaman
1 2