Manuver-manuver Ahok Bongkar Bobrok: Dari UPS hingga Pertamina

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 10:57 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Ahok (Rifkianto Nugroho/detikcom)

6. Bongkar borok Pertamina

Selaku Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Ahok, menyampaikan kondisi di perusahaan pelat merah itu. Ada dua borok Pertamina yang dia bongkar.

Pertama, soal tingkah laku direksi. Dia menyebut ada direksi yang punya hobi melobi menteri dan lebih suka berutang serta mendiamkan investor.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok dalam akun YouTube POIN.

Ahok ingin membongkar borok itu dengan memotong jalur birokrasi. Alatnya adalah lelang terbuka. Dengan cara itu, maka orang yang duduk di jabatan tertentu adalah orang yang benar-benar layak, bukan sekadar orang titipan kementerian.

"Saya potong jalur birokrasi, Pertamina itu dulu naik pangkat mesti pakai kayak pangkat, Pertamina reference level orang mesti kerja sampai SVP bisa 20 tahun ke atas saya potong semua mesti lelang terbuka," terangnya.

Kedua, Ahok menemukan borok sistem gaji di Pertamina. Seorang pejabat bisa saja tetap digaji dengan nominal yang sama meski dia telah dicopot dari jabatan semula. Alasannya, pejabat tersebut adalah senior.

"Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama? Alasannya dia sudah orang lama, harusnya gaji mengikuti jabatan Anda," kata Ahok.

Halaman

(dnu/van)