Andre Kritik Ahok, Djarot: Komut Bertanggung Jawab Koreksi Pertamina

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 10:44 WIB
Plt Ketua PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat (Datuk Haris Molana-detikcom)
Plt Ketua PDIP Sumut, Djarot Saiful Hidayat (Datuk Haris Molana/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat membela Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dari serangan politikus Gerindra Andre Rosiade, yang mendesak agar Ahok dicopot sebagai Komisaris Utama (Komut) usai membongkar 'aib' Pertamina. Djarot meminta Andre menghilangkan kebiasaan menyalahkan orang lain.

"Kalau itu nggak usah dikomentari. Hanya saja, janganlah kita punya kebiasaan kalau tidak suka dengan seseorang maka apa pun yang disampaikan selalu salah," kata Djarot saat dihubungi, Rabu (16/9/2020).

Menurut Djarot, Andre sebaiknya objektif dalam menilai seseorang. Djarot meminta Andre jernih berpikir dalam menilai pernyataan Ahok.

"Akan lebih elok untuk mengedepankan kejujuran, objektif, dan dengan kejernihan pikir dalam memberikan penilaian terhadap pernyataan seseorang," ujarnya.

Di sisi lain, terkait pernyataan Ahok, Djarot menilainya untuk kebaikan perusahaan pelat merah itu. Djarot, yang juga sahabat dekat Ahok, justru meminta pihak terkait memikirkan kebenaran pernyataan sahabatnya.

"Untuk kebaikan Pertamina agar menjadi BUMN yang sehat, bersih, transparan, dan kuat dalam mengelola minyak dan gas yang merupakan kebutuhan dasar bagi seluruh rakyat Indonesia, maka pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah statement yang disampaikan Pak Ahok benar atau tidak?" ungkap Djarot.

Jika pernyataan Ahok benar, menurut Djarot, para direksi bertanggung jawab memperbaiki tata kelola organisasi Pertamina. Sebagai Komut, Djarot menilai Ahok menjalankan tugasnya mengoreksi dan memberikan masukan kepada Pertamina.

"Kalau memang benar, maka menjadi tanggung jawab direksi untuk memperbaiki tata kelola organisasi Pertamina. Kedaulatan energi harusnya bisa diwujudkan di Indonesia yang kaya akan sumber daya minyak dan gas bumi. Pertamina merupakan ujung tombak yang akan menentukan apakah kedaulatan energi kita bisa terwujud atau justru kita menjadi semakin tergantung pada impor minyak dan gas," tutur Djarot.

"Komut mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi dan memberikan koreksi dan masukan agar tata kelola perusahaan menjadi semakin baik, efektif, dan efisien serta mampu mencapai KPI yang sudah ditentukan," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membongkar aib Pertamina. Ahok menyebut direksi Pertamina punya hobi melobi menteri hingga direksi yang lebih suka berutang dan mendiamkan investor.

"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok dalam akun YouTube POIN.

Selain itu, Ahok mengungkap masalah lain, yakni manipulasi gaji. Ahok menyebut kerap menemui masalah terkait gaji, khususnya di jabatan direktur utama anak perusahaan.

Buntut pernyataan Ahok itu, anggota Komisi VI DPR F-Gerindra Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Andre menilai Ahok telah membuat Pertamina gaduh.

"Menurut saya sebagai anggota DPR Komisi VI, ya, yang mitra BUMN bahwa tidak gunanya Presiden mempertahankan Pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komut Pertamina. Kenapa? Pertama, ya, yang bersangkutan selalu membikin gaduh," kata Andre kepada wartawan, Selasa (15/9).

Lihat juga video 'Soal Ekonomi Saat PSBB Jakarta, Komisi VI DPR Dorong Anies Cari Solusi':

[Gambas:Video 20detik]



(azr/tor)