Manuver-manuver Ahok Bongkar Bobrok: Dari UPS hingga Pertamina

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2020 10:57 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Ahok (Rifkianto Nugroho/detikcom)

2. Bongkar dana siluman Rp 700 miliar

Ahok membongkar 'dana siluman' di Dinas Tata Air Pemprov DKI senilai Rp 700 miliar pada 2015 silam. Dia menemukan ada 17 nomenklatur usulan anggaran yang sudah disetujui DPRD DKI. Namun, pada RAPBD 2016, hanya muncul nomenklatur baru yang terdiri dari total anggaran, tanpa rincian 17 nomenklatur.

Ahok enggan menerka-nerka apakah ini dilakukan anak buahnya sebagai upaya mark up atau tidak. Namun dia meminta kepada DPRD untuk memberitahukan siapa-siapa saja di Sudin Tata Air yang tidak becus bekerja agar dapat segera diganti.

"Bisa main bisa goblok, enggak kerja. Dua saja kan pilihannya maka saya bilang ke DPRD, dari pembahasan ini lapor ke saya siapa yang kelihatan bodoh dan enggak bisa kerja, kita ganti," tegas Ahok, Kamis (10/12/2015) lampau. Singkat cerita, usulan anggaran itu kemudian dihapus oleh DPRD DKI supaya tidak terealisasi

3. Bongkar Kampung Pulo

Relokasi warga di permukiman Kampung Pulo menjadi manuver monumental Ahok dalam hal kebijakan publik. Saat itu, dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Warga di kampung yang terletak Jatinegara, Jakarta Timur, itu harus dipindah ke rumah susun (rusun) lantaran menduduki tanah negara di bantaran Kali Ciliwung.

Kawasan yang dihuni 927 kepala keluarga ditertibkan. Ahok sadar, keputusannya itu bikin ribut pada 20 Agustus 2015, tapi harus dieksekusi.

"Mau nggak mau harus jalan, pasti ribut," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/8/2015).

Dia menilai warga menduduki lahan tanpa izin yang sah. Warga tak berhak mendapat ganti rugi. Mereka direlokasi ke rumah susun berjarak sekitar 1 km dari lokasi semula.

Keributan saat relokasi benar-benar pecah. Lempar-lemparan batu antara warga dengan aparat Satpol PP terjadi. Alat berat backhoe dibakar. Kepolisian menyemprotkan gas air mata. Sebanyak 27 orang diamankan karena diduga menjadi provokator.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4