KPK Minta Calon Kepala Daerah Waspadai Penipuan Modus Bantu Isi LHKPN

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 17:05 WIB
Gedung baru KPK (Dhani-detikcom)
Foto: Gedung baru KPK (Dhani-detikcom)
Jakarta -

KPK meminta masyarakat mewaspadai oknum-oknum yang mengaku pegawai KPK atau bekerja sama dengan KPK. Modusnya, membantu pengisian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bagi calon kepala daerah (cakada).

"Saat ini, KPK sedang membuka pendaftaran LHKPN bagi calon kepala daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020, sebagai persyaratan pencalonan sesuai peraturan perundang-undangan," kata Plt juru bicara KPK Ipi Maryati kepada wartawan, Selasa (15/9/2020).

Ipi menjelaskan sesuai dengan surat edaran pimpinan KPK Nomor 07.1 Tahun 2020, penyampaian LHKPN wajib dilaksanakan secara online melalui elhkpn.kpk.go.id. KPK, kata Ipi, tidak pernah memungut biaya administrasi untuk layanan publik yang disediakan bagi masyarakat, termasuk dalam pengisian LHKPN.

"KPK juga mengingatkan bahwa saat ini terdapat beberapa pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK atau mitra kepanjangan KPK yang dapat membantu dalam pengisian LHKPN untuk calon kepala daerah dengan meminta sejumlah biaya," katanya.

Dia mengatakan belakangan KPK menerima informasi tentang adanya oknum-oknum yang mengaku pegawai atau mitra KPK di Banten dan Jawa Barat. Oknum tersebut mengaku dapat membantu mengisi LHKPN secara online untuk mendapatkan tanda terima LHKPN, atau mengaku dapat membantu menghindari proses pemeriksaan LHKPN.

"Dengan peristiwa ini, KPK meminta masyarakat berhati-hati. Bila masyarakat mendapati para pihak yang mencurigakan atau ada indikasi mencari keuntungan pribadi/golongan dengan menggunakan nama KPK, silakan melaporkan kepada pihak kepolisan, atau menghubungi KPK melalui call center KPK di 198," imbau Ipi.

"KPK masih menunggu dan meminta calon kepala daerah yang belum melaporkan harta kekayaannya, agar segera menyampaikan kepada KPK. Caranya mudah, cukup mengikuti tahapan berikut ini," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2