Paslon Independen Pilkada Solo Belum Lengkapi Syarat LHKPN

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 16:33 WIB
Pasangan bakal calon independen Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) di KPU Solo, Senin (14/9/2020).
Pasangan bakal calon independen Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) di KPU Solo, Senin (14/9/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Pasangan bakal calon independen Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), dinyatakan belum memenuhi syarat administrasi. Syarat tersebut antara lain terkait pajak dan laporan harta kekayaan.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan seharusnya bakal calon menyerahkan tanda terima terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Selain itu, mereka harus menyerahkan Surat Pemberitahuan (SPT) pajak.

"Untuk pasangan Bajo, masih kurang tanda terima LHKPN dan SPT tahunan 5 tahun terakhir dan tidak sedang menunggak pajak," kata Nurul kepada wartawan usai rapat pleno di kantor KPU Solo, Senin (14/9/2020).

Namun paslon Bajo hari ini telah membawa syarat yang kurang tersebut. Berkas telah diserahkan kepada KPU untuk dilakukan verifikasi kembali.

"Sudah disampaikan kekurangannya tadi. Keduanya sudah menyerahkan. Nanti masih kita verifikasi kembali," ujar dia.

Sementara itu, Bagyo Wahyono mengatakan bahwa pihaknya sudah lama mengurus berkas tersebut. Namun pada saat pendaftaran masih belum terselesaikan.

"Sudah kita urus sebelum daftar, tapi belum jadi. Ini sudah langsung kita bawa, langsung kita serahkan hari ini," kata Bagyo di kantor KPU Solo.

Adapun perbaikan berkas administrasi dapat dilakukan pada 14-16 September 2020. Nantinya, penetapan calon akan dilakukan pada 23 September 2020.

Diketahui, sehari-hari, Bagyo bekerja sebagai penjahit atau desainer pakaian asal Penumping, Laweyan, Solo. Sementara Supardjo adalah karyawan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan juga sebagai Ketua RW di Pajang, Laweyan.

(rih/ams)