Sejumlah Titik di Medan Banjir Usai Hujan, Warga Keluhkan Kondisi Parit

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 15 Sep 2020 11:09 WIB
Banjir di permukiman sekitar Jalan Yos Sudarso, Medan (dok. Istimewa)
Foto: Banjir di permukiman sekitar Jalan Yos Sudarso, Medan (dok. Istimewa)
Medan -

Sejumlah titik di Kota Medan terendam banjir usai diguyur hujan kemarin malam. Warga mengeluhkan kondisi parit di sisi jalan yang lebih tinggi dari permukiman dan membuat air sulit mengalir.

Salah satu titik banjir berada di permukiman warga sekitar Jalan Yos Sudarso, Mabar, Medan. Air disebut mulai naik sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (14/9).

"Air mulai naik udah dari tadi malam kira-kira pukul 21.00 WIB udah naik airnya. Sebagian rumah juga uda tergenang air," ujar salah satu warga, Ilona Aprillia, Selasa (15/9/2020).

Dia mengatakan banjir masih terjadi hingga sekitar pukul 10.30 WIB. Ketinggian air sekitar lutut orang dewasa.

Banjir, katanya, memang selalu terjadi setiap hujan deras mengguyur. Menurutnya, banjir tersebut salah satunya dipicu posisi parit di sisi jalan yang lebih tinggi sehingga menyebabkan air sulit mengalir.

Banjir di Jalan Rawe, Martubung, MedanBanjir di Jalan Rawe, Martubung, Medan Foto: dok. Istimewa

"Karena paritnya kan di depan jalan raya jadi air untuk menuju ke sana itu agak tinggi jadi susah ngalir. Kalau parit di dekat rumah nggak terlalu dalam jadi kalau ada air, airnya ya keluar gitu," tuturnya.

Banjir juga disebut terjadi di sekitar Jalan Rawe, Martubung, Medan. Salah satu warga, Dinda, mengatakan banjir terjadi sejak kemarin malam dan masih menggenangi jalan hingga sekitar pukul 10.50 WIB.

Selain di Medan, jalan lintas Perdagangan-Siantar di Simalungun yang rusak parah juga tergenang air akibat diguyur hujan kemarin. Meski jalan direndam banjir, mobil hingga bus tetap berupaya melintas.

"Di Simpang Katolik, Kecamatan Bandar," ujar salah satu warga, Ichsan.

Jalan lintas Perdagangan-Siantar terendam banjir (dok. Istimewa)Jalan lintas Perdagangan-Siantar terendam banjir (dok. Istimewa)

Dia mengatakan kerusakan di jalan tersebut semakin parah saat hujan tiba. Sepeda motor, katanya, sama sekali tak bisa melintas di lokasi.

"Masih belum ada juga perbaikan, makin parah malah sepeda motor nggak bisa lewat karena ketinggian air," tuturnya.

(haf/haf)