2 Petahana di Sumsel Bakal Lawan Kotak Kosong, Termasuk Tersangka Korupsi

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 16:00 WIB
Ilustrasi Pemungutan Suara di bilik suara pada pemilu 2014
Ilustrasi Pilkada (Foto: dok. detikcom)
Palembang -

Pilkada 2020 bakal digelar di tujuh daerah di Sumatera Selatan. Ada dua pasangan petahana yang bakal melawan kotak kosong.

Ketujuh daerah yang melaksanakan Pilkada 2020 adalah OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas, Musi Rawas Utara dan Ogan Ilir. Dua daerah yang hanya terdapat satu paslon, yaitu OKU dan OKU Selatan.

"Untuk daerah calon tunggal sampai saat ini OKU dan OKU Selatan,"ujar Komisioner KPU Sumsel, Hepriyadi, saat dimintai konfirmasi, Senin (14/9/2020).

Hepriyadi mengatakan kedua paslon tunggal itu adalah Kuryana Aziz-Johan Anuar yang maju di Pilkada OKU. Selanjutnya adalah Popo Ali-Sholehin Abuasir yang maju di Pilkada OKU Selatan.

"Iya, keduanya petahana," kata Hepriyadi.

Keduanya maju setelah KPU di kedua daerah itu membuka pendaftaran pada 4-6 September. Hingga pendaftaran ditutup dan dilakukan perpanjangan, hanya satu paslon yang mendaftar.

Khusus untuk OKU, Kuryana Aziz-Johan Anuar maju dengan didukung 12 partai politik. Selain itu ada pula dukungan 2 partai pendukung dari Garuda dan PSI yang tidak masuk ke parlemen.

"Sebelum penetapan 23 September, pada 15-16 September besok paslon bakal tes kesehatan. Ini tahapan-tahapan yang kita lakukan sekarang," kata Ketua KPU OKU, Naning Wijaya.

Johan Anuar merupakan Wakil Bupati OKU saat ini. Dia juga merupakan tersangka kasus dugaan korupsi tanah kuburan.

Johan ditetapkan polisi sebagai tersangka dugaan korupsi tanah kuburan di OKU pada 2018. Dia kemudian melakukan gugatan praperadilan dan menang.

Setelah itu, polisi kembali menetapkan Johan sebagai tersangka pada kasus serupa pada awal Desember 2019. Johan Anuar kemudian mengajukan gugatan kembali karena tidak terima jadi tersangka, namun gugatan itu ditolak.

Kasus dugaan korupsi ini kemudian diambil alih oleh KPK. Menurut KPK, kasus ini dinilai sulit jika ditangani oleh polisi.

Plt Jubir KPK Ali Fikri mengatakan Polda Sumsel sebelumnya menetapkan Johan Anuar sebagai tersangka. Kasus korupsi ini diduga mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 5,7 miliar.

"Dugaan kerugian negara dalam perkara ini kurang-lebih Rp 5,7 M dengan tersangka JR (saat ini Wakil Bupati Kabupaten OKU)," sebut Ali.

Johan juga sudah diperiksa KPK. Pengacara Johan mengatakan pihaknya belum mengetahui kasus ini diambil alih KPK. Pihak pengacara juga sempat meminta kasus ini disetop.

"Kami tidak tahu kalau sudah dilimpahkan. Makanya kemarin klien saya sebelum dia diperiksa tanya surat pelimpahan. Katanya nanti dikasih, tapi sampai sekarang belum ada. Sudah saya minta sama Polda, sama KPK juga," kata pengacara Johan, Titis Rachmawati, Senin (31/8).

(ras/haf)