15 PNS Positif Corona, Dukcapil Ambon Pindah Lokasi Pengurusan e-KTP

Muslimin Abbas - detikNews
Senin, 14 Sep 2020 14:56 WIB
Dukcapil Ambon pindah lokasi pengurusan e-KTP lantaran 15 pegawainya positif COVID-19 (Foto: Muslimin Abbas/detikcom)
Foto: Dukcapil Ambon pindah lokasi pengurusan e-KTP lantaran 15 pegawainya positif COVID-19 (Foto: Muslimin Abbas/detikcom)
Ambon -

Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Ambon sengaja melayani warga kota Ambon yang hendak mengambil e-KTP (Kartu Tanda Penduduk elektronik) di tribun Lapangan Merdeka, Kota Ambon. Sebab, 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dukcapil terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19).

"Karena 15 orang positif Covid kemarin itu yang harus dikarantina," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Ambon, Marcella Haurissa di tribun Lapangan Merdeka, Ambon, Senin (14/9/2020).

Marcella mengatakan pemindahan lokasi pelayanan e-KTP ini agar tidak terjadi penumpukan di kantor. Mengingat saat ini banyak warga yang melakukan pengurusan KTP. Sementara pegawai yang masuk berkurang drastis lantaran ada yang positif COVID-19.

"Memang kami di sengaja pindahkan pendaftaran untuk pengurusan e-KTP di sini karena mengapa di Capil terlalu banyak menumpuk. Lalu lagian kita punya tenaga kan cuma sedikit yang masuk," ujarnya.

Selain itu, kata Marcella, jaga jarak sulit dilakukan jika pelayanan pengurusan e-KTP dilakukan di Kantor Dukcapil. Namun, pemindahan lokasi ini hanya dilakukan sementara.

"Karena kita sosial distancing sama sekali tidak bisa diterapkan di sana (kantor) karena lokasi mungkin tidak mampu menampung masyarakat yang ada. Hari ini saja pengambilan yang pengurusan hari Rabu kemarin, selanjutnya ambil kantor," ujarnya.

Marcella mengatakan, rencananya pemindahan lokasi pengurusan e-KTP ini akan dilakukan 2 kali dalam sebulan. Hal itu untuk meminimalisasi penyebaran COVID-19 di kantor Dukcapil Ambon.

"Hari ini selesai, nanti kita berupaya mungkin 1 bulan kita melayani 2 kali di sini, karena penumpukan di sana, kalau ada penumpukan pasti ada terjadi juga penularan," tutur Marcella.

(mae/mae)