Kantor Gubernur Maluku Tutup 3 Hari Usai 34 Pegawai Positif Corona

Muslimin Abbas - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 12:12 WIB
Kantor Gubernur Maluku (Abbas-detik)
Foto: Kantor Gubernur Maluku (Abbas-detik)
Ambon -

Kantor Gubernur Maluku ditutup sementara setelah 34 aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di sana dinyatakan positif Corona (COVID-19). Kantor ini ditutup selama tiga hari, sejak hari ini hingga 7 September 2020.

Pantauan di kantor Gubernur Maluku, Ambon, Jumat (4/9/2020), ada 5 petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Maluku melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah ruangan kerja ASN di sana. Penyemprotan juga dilakukan di ruang kerja gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Karo Humas dan Protokoler Pemda Maluku, Melky Lohy membenarkan ada ASN Pemprov Maluku positif Corona berdasarkan hasil swab. Melky juga mengatakan penyemprotan disinfektan ini agar membunuh virus-virus yang ada di sekitar ruang kerja.

"Ini sudah merupakan program kebijakan dari pemerintah daerah dan perintah Gubernur ketika berdasarkan hasil swab yang dilakukan di lingkungan kantor dan seluruh UPD terindikasi, ada banyak mulai ASN yang terpapar COVID, karena itu hari ini dinyatakan hari libur untuk melakukan penyemprotan di seluruh ruangan di kantor Gubernur. Kita akan mulai hari ini libur, Sabtu hari libur, Minggu hari libur dan Senin kita sudah masuk. Selama 3 hari ini dilakukan pembersihan di lingkungan kantor," ujar Melky Lohy di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (4/9/2020).

Melky mengatakan data sementara Per hari ini ada 34 ASN yang dinyatakan positif Corona. Dia berharap tidak ada lagi ASN Pemprov Maluku yang dinyatakan positif Corona.

"Kurang lebih 34 orang, yang ini sementara terus dilakukan untuk UPD-UPD yang lain mudah-mudahan dengan langkah yang dilakukan ini dengan tujuan utama pemerintah adalah bagaimana memutuskan mata rantai," jelasnya.

Adapun 34 ASN Ini adalah pegawai yang bertugas di lapangan dan ada juga yang tetap di kantor. Dia mengatakan saat ini sangat sulit melakukan tracing terhadap 34 pegawai itu.

"Ada yang bertugas di lapangan contoh humas di lapangan, ada yang lain juga itu tetap di kantor tetapi pola pergerakan mereka di lingkungan masyarakat, sehingga kita saat ini sulit juga mengetahui dia terpapar lewat siapa, tracing seperti apa," katanya.

Menurut Melky, saat ini 34 ASN yang terpapar Corona sedang menjalani isolasi. Mereka diisolasi di RSUP dr J Leimena, Ambon.

"Mereka isolasi, semua ASN yang terpapar di isolasi sementara di RSUP," katanya.

(zap/zap)