LBH Makassar Sebut Mahasiswa Ditangkap dalam Aksi Tolak Tambang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Sabtu, 12 Sep 2020 20:01 WIB
The death of a deaf man who was shot after a North Carolina Highway Patrol officer tried to pull him over for speeding is being investigated (AFP Photo/Joshua Lott)
Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Makassar -

Bukan hanya tujuh orang nelayan, LBH Makassar mengungkapkan ada tiga orang jurnalis pers mahasiswa dan seorang aktivis lingkungan ikut ditangkap polisi buntut demo penolakan tambang pasir di laut Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Total ada 11 orang yang ditangkap dalam laporan LBH Makassar tersebut.

"Tercatat dalam peristiwa tersebut sebanyak sebelas orang ditangkap," kata Kepala Divisi Tanah dan Lingkungan LBH Makassar Edy Kurniawan, melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020).

Edy Kurniawan membeberkan, tujuh orang nelayan masing-masing bernama Mustakim, Nawir, Asrul, Andi Saputra, Irwan, Nasar, dan Rijal.

"Satu nelayan mengalami kekerasan hingga berdarah di bagian wajah," sambung Edy.

Satu mahasiswa aktivis lingkungan bernama Rahmat yang sedang merekam kejadian ikut ditangkap dan mengalami kekerasan.

"Dipukul di bagian wajah dan badan, ditendang, dan lehernya diinjak. Lalu handphone milik Rahmat yang dipakai merekam jatuh ke laut saat hendak disita oleh Polairud," kata Edy.

Selanjutnya
Halaman
1 2