1 Nelayan Jadi Tersangka Pelemparan Bom Molotov di Area Makassar New Port

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 10:35 WIB
Direktur Ditpolair Polda Sulsel Kombes Hery Wiyanto (Hermawan-detikcom).
Foto: Direktur Ditpolair Polda Sulsel Kombes Hery Wiyanto (Hermawan-detikcom).
Makassar -

Satu nelayan ditetapkan menjadi tersangka di kasus pelemparan bom molotov di wilayah pembangunan Makassar New Port. Pelemparan bom molotov tersebut membuat 4 buah selang apung senilai Rp 2 miliar milik kapal tambang pasir PT Boskalis hangus terbakar.

"Tersangka atas nama Naziruddin alias Zahar," kata Dirpolairud Polda Sulawesi Selatan Kombes Hery Wiyanto saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (27/8/2020).

Tersangka disebut melakukan pelemparan bom molotov di area Makassar New Port pada tanggal 23 Juli 2020. Aksi itu dilakukan bersama para nelayan lainnya.

"Bukti-buktinya: video ada, kemarin olah TKP Labfor ada pembakarannya di situ perusakan pipanya, keterangan saksi dan dia (tersangka) mengakui juga," sambung Kombes Hery.

Tersangka sendiri sudah ditahan di ruang tahanan Ditpolairud Polda Sulsel. Dia dijerat polisi dengan Pasal 170 KUHP.

Tersangka sendiri merupakan satu dari tiga nelayan yang diamankan polisi saat nelayan menggeruduk kapal tambang pasir di lautan Makassar pada Minggu (23/8). Zahar sendiri ditahan polisi karena cukup bukti terlibat pelemparan molotov. Sementara dua nelayan lainnya dipulangkan.

"Ternyata dari 3 nelayan yang diamankan karena menghalangi tambang pasir, ternyata 1 di antaranya adalah pelaku pelemparan molotov, itulah yang dijadikan sebagai tersangka," bebernya.

Diberitakan sebelumnya, nelayan dari Pulau Kodingareng, Makassar, memang melakukan rentetan aksi unjuk rasa setelah perusahaan tambang pasir PT Boskalis beroperasi di wilayah tangkapan mereka. Para nelayan protes karena ikan hasil melaut berkurang. Mereka juga menuntut pembangunan Makassar New Port tak dilanjutkan.

(nvl/nvl)