Pasien COVID-19 Pulang Paksa dari RS Meninggal, 2 SD di Pinrang Ditutup

Hasrul Nawir - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 20:56 WIB
Poster
Ilustrasi siswa SD. (Edi Wahyono/detikcom)
Pinrang -

Dua sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mattiro Bulu, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditutup sementara setelah ada warga sekitar yang berstatus positif Corona meninggal dunia. Langkah itu diambil untuk melindungi para murid dari potensi terpapar virus Corona.

"Dinas pendidikan berinisiatif menutup sekolah sementara karena ada pasien COVID-19 yang meninggal di sekitar lokasi tersebut. Dinas pendidikan merasa perlu untuk melakukan hal tersebut untuk meminimalisir penyebaran COVID-19," urai Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pinrang, Dyah Puspita Dewi, Jumat (11/9/2020).

Dua sekolah tersebut masing-masing SD Negeri 237 dan SD Negeri 81 yang berlokasi di Desa Manarang, Kelurahan Mattiro Bulu.

Dewi mengatakan pasien yang meninggal tersebut merupakan laki-laki berusia 59 tahun. Pasien tersebut memaksakan diri pulang dari RSUD Lasinrang Pinrang saat hasil tes swab belum keluar. Belakangan diketahui pasien tersebut positif COVID-19.

"Pasien pulang paksa dan saat di rumah meninggal dunia, sebelum hasil swab keluar dan ternyata positif," terangnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Pinrang tersebut mengatakan pihaknya telah pelacakan (tracing) kontak terhadap sejumlah anggota keluarga yang memiliki kontak erat dengan pasien yang meninggal tersebut.

"Anggota keluarganya termasuk orang yang memandikan juga telah kita swab dan menunggu hasil," tuturnya.

(jbr/jbr)