Ini Paparan Anies soal Okupansi Ruang Isolasi yang Disanggah Airlangga

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 15:38 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan (Andika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Saat mengumumkan penerapan kembali PSBB Jakarta, Gubernur DKI Anies Baswedan membeberkan data terkait tempat tidur isolasi untuk pasien COVID-19 akan penuh jika tak ada rem darurat. Namun belakangan, pernyataan itu seolah dibantah oleh pemerintah pusat, yang menegaskan bahwa tak ada kapasitas kesehatan yang terbatas.

Anies mengumumkan rencana penerapan PSBB total di Jakarta dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020). Berdasarkan data yang didapat Anies, kondisi tempat tidur isolasi Corona diprediksi tak bisa menampung pasien lagi jika tak ada rem darurat.

"Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki, bisa dibuat proyeksi 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak mampu menampung pasien COVID lagi dan ini waktunya tinggal sebentar," kata Anies.

Data Tempat Isolasi yang Ditampilkan Anies BaswedanData tempat isolasi yang ditampilkan Anies Baswedan (Foto: dok. Pemprov DKI)

Anies lantas mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menggandeng rumah sakit swasta untuk menaikkan kapasitas tempat tidur untuk pasien Corona. Anies menargetkan jumlah tempat tidur akan bertambah 20 persen pada 6 Oktober mendatang.

"Kami di Pemprov DKI terus setiap waktu menambah rumah sakit swasta yang bisa terlibat untuk menaikkan kapasitas. Kita insyaallah akan meningkatkan lagi 20 persen sehingga menjadi 4.807," ucap dia.

Selain itu, Anies menyoroti soal keterpakaian ruang ICU khusus pasien COVID-19. Anies memprediksi pada tengah bulan nanti ruang ICU untuk pasien COVID-19 akan penuh.

"Situasi (kapasitas ICU di Jakarta) tidak lebih baik. Kapasitas ICU kita ada 528 tempat tidur. Bila tren naik terus, 15 September akan penuh. Kita tingkatkan 20 persen, dan itu akan mulai penuh 25 September," ujar dia.

Data Tempat Isolasi yang Ditampilkan Anies BaswedanData ketersediaan ICU yang ditampilkan Anies Baswedan (Foto: dok. Pemprov DKI)

Airlangga Pastikan Tak Ada Kapasitas Kesehatan yang Terbatas

Sehari kemudian, pernyataan Anies itu ditanggapi oleh Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto. Airlangga menegaskan kapasitas kesehatan di Indonesia siap melayani pasien terkait COVID-19.

"Dan pemerintah menegaskan tidak ada kapasitas kesehatan yang terbatas. Pemerintah sudah mempunyai dana yang cukup dan pemerintah akan terus menambah kapasitas bed sesuai dengan kebutuhan dan meyakinkan seluruh daerah, termasuk DKI Jakarta, kapasitas pelayanan kesehatan akan terus dimaksimalkan oleh pemerintah," kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube BNPB, Kamis (10/9).

Airlangga menegaskan pemerintah serius meningkatkan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Sejumlah fasilitas disiapkan untuk menjadi ruang isolasi pasien Corona.

"Jadi peningkatan rumah sakit dan fasilitas kesehatan itu juga akan terus menambah fasilitas di hotel termasuk memanfaatkan hotel bintang 2 dan 3 seperti yang dicontohkan di Sulawesi Selatan dan juga mempersiapkan ruang isolasi mandiri di Wisma Atlet, di mana wisma atlet juga sudah mempersiapkan di Tower 5 dan (Tower) 6 maupun khusus pekerja luar negeri termasuk Tower 7 dan (Tower) 8, flat-flat dan fasilitas lain juga dipersiapkan, dari segi jumlah bed ditingkatkan. Di samping itu, pemerintah mendorong agar rumah sakit-rumah sakit yang ada di DKI atau yang di Jakarta untuk dilakukan relaksasi terutama pasien-pasien yang posisinya sudah hampir sembuh dan masih dalam observasi, itu di wisma atlet fasilitasnya tersedia," ujar Airlangga.

Airlangga, yang juga menjabat Menko Perekonomian, juga berbicara mengenai ketersediaan obat di Indonesia. Dia mengatakan pemerintah sudah memproduksi antivirus.

"Kemudian, terkait ketersediaan obat-obatan, baik untuk rumah sakit maupun pasien isolasi mandiri, pemerintah sudah memproduksi obat antivirus seperti Tamiflu atau Oseltamivir itu minggu depan sudah bertambah hampir 480 ribu. Kemudian terkait dengan Favipiravir ini kebetulan patennya sudah lepas sehingga akan diproduksi oleh Kimia Farma," ujar Airlangga.

Tonton video 'Ramai Para Menteri Soroti Kebijakan PSBB Total Anies':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)