Sempat Diblokir Warga, Perbaikan Jalan Rusak di Medan Tertunda Gegara Corona

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 13:54 WIB
Kondisi jalan yang sempat diblokir warga di Medan (Datuk Haris Molana-detikcom)
Foto: Kondisi jalan yang sempat diblokir warga di Medan (Datuk Haris Molana-detikcom)
Medan -

Sejumlah warga sempat memblokir Jalan Pancing I tepatnya di sekitar simpang Martubung, Medan sebagai bentuk protes kondisi jalan yang rusak. Perbaikan jalan itu harusnya tuntas tahun ini, namun tertunda gegara anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Corona (COVID-19).

"Adanya aksi warga yang ngeluhkan jalan ini diperbaiki dan sebagian juga ada kejadian laka lintas di sini dan juga ya kondisi jalan yang berlubang lah kan yang belum dituntaskan Pemko. Karena sebelumnya kan sudah dituntaskan di belakang, jadi terkait anggaran itu yang penanganan COVID kan jadi dialihkan dia. Harusnya tahun ini dikerjakan dialihkan tahun depan," kata Lurah Besar, Roby, di Medan, Jumat (11/9/2020).

Dia mengatakan aksi blokir jalan itu dilakukan warga yang menuntut jalan segera diperbaiki. Menurutnya, warga khawatir kecelakaan lalu lintas semakin sering terjadi jika jalan tak segera diperbaiki.

"Jadi warga itu menuntut untuk segera diperbaiki. Ada juga mungkin terjadinya kerawanan lalu lintas di sini, kecelakaan gitu sehingga dua minggu sebelumnya itu sudah sudah dibuat aksi lah. Supaya intinya dibatasilah itu dengan dibatasi armada-armada (truk) orang ini," ujarnya.

Roby menyebut pihak Kelurahan Besar sudah sering memfasilitasi dialog antara warga dan perusahaan yang ada di sekitar wilayahnya. Namun menurutnya, kesepakatan sulit tercapai hingga terjadi aksi protes berupa pemblokiran jalan.

"Dibuat portal itukan istilahnya mereka itu tahu batasannya gitu," tuturnya.

Kondisi jalan di Martubung yang telah diperbaiki (Datuk Haris-detikcom)Kondisi jalan di Martubung yang telah diperbaiki (Datuk Haris-detikcom)

Dia memastikan pihak kelurahan telah mengusulkan agar perbaikan tersebut masuk skala prioritas. Berdasarkan pantauan detikcom, sebagian jalan memang sudah dibeton. Namun, masih ada bagian jalan yang belum diperbaiki dan penuh lubang.

"Sementara penentunya, karena jalan ini kelas kota kan tetap di Dinas Pemko Medan. Status jalan kota dia dan itu pun sudah terealisasi itukan di satu sisi yang di belakang itu, udah terealisasi udah dibeton. Belum sampai kemari karena situasi COVID ini dialihkan anggaran itu. Itupun statement Pak Wali Kota melalui Kadis juga pun langsung turun ke sini pun sudah pernah," ucap Roby.

Aksi blokir jalan ini terjadi pada Kamis (10/9) sebagai bentuk protes banyaknya truk besar yang lewat hingga dituding menjadi pemicu jalan rusak. Blokade sendiri sudah dibuka pada Jumat (11/9) dan arus lalu lintas kembali normal.

(haf/haf)