Lagi, Jalan Berlubang di Medan Ditanami Pohon Pisang oleh Warga

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 17:14 WIB
Jalan rusak ditanam pisang di Medan (dok. Istimewa)
Jalan rusak ditanam pisang di Medan. (dok. Istimewa)
Medan -

Protes terhadap jalan berlubang di Medan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan terjadi lagi. Aksi ini pun viral di media sosial.

Dilihat detikcom, Selasa (8/9/2020), terlihat pohon pisang ditanam di lubang di jalan. Lubang itu terlihat diisi dengan tanah untuk menanam pohon pisang.

"Penanaman pohon pisang di tengah jalan tepatnya di Jalan Tangkahan, Kec Medan Labuhan, sebagai bentuk protes masyarakat terhadap jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki," demikian tulis pengunggah foto tersebut.

Pengunggah, Khoir, mengatakan foto tersebut diambil pagi ini. Dia menduga pohon pisang di Jalan Tangkahan itu dilakukan warga yang kesal karena banyak lubang di jalan itu.

"Iya (kejadiannya hari ini)," kata Khoir.

"Jalannya rusak makanya ditanam pohon pisang sebagai bentuk protes masyarakat kepada pemerintah yang tidak memperbaiki jalan terutama di Jalan Tangkahan," sambungnya.

Foto jalanan rusak hingga ditanami pohon pisang di Medan juga pernah viral sebelumnya. Kondisi jalan yang berlubang itu disebut membahayakan pengendara.

Dilihat detikcom, Senin (17/8), dalam foto viral itu ada satu pohon pisang yang ditanam warga pada lubang yang ada di tengah jalan. Ada juga papan yang bertulisan 'perbaiki jalan kami' dipasang di jalan itu.

detikcom mendatangi lokasi yang disebut dalam foto viral itu, yakni di Jalan Pancing 1, Medan Labuhan. Jalanan di lokasi ini memang terlihat rusak, tapi tak terlihat lagi pohon pisang di lokasi itu.

Warga setempat membenarkan sempat ada pohon pisang yang diletakkan di tengah jalan. Menurut salah satu warga, Soleh, pohon pisang itu diletakkan pada Sabtu (15/8) pagi.

"Iya ada, dikasih kaki sama orang itu, dikasih kayu. Ada juga yang diganjal batu. Dua hari (lalu)-lah pokoknya," ucap Soleh.

"Udah yang ketiga ini. Hari itu ada sekali, semalam itu berturut dia," sambungnya.

(haf/haf)