Bupati Pinrang Bingung Daerahnya Jadi Zona Merah Corona

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 11 Sep 2020 13:32 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Kabupaten Pinrang menjadi salah satu dari enam daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berstatus zona merah Corona pekan ini. Sang bupati mengaku bingung lantaran selama pandemi daerahnya tak pernah berstatus zona merah.

"Kalau kami di Pinrang justru kami tidak pernah zona merah. Saya juga bingung itu, saya malah pernah zona hijau," kata Bupati Pinrang Irwan Hamid saat berbincang dengan detikcom, Jumat (11/9/2020).

Dia mengatakan per hari ini wilayahnya termasuk zona kuning. Memang Irwan mengakui kasus yang terkonfirmasi COVID-19 di wilayahnya sempat banyak, tapi itu terjadi pada sekitar bulan Maret hingga Mei.

"Kalau data keseluruhan mulai Maret ya 49, tapi hari ini yang dirawat sisa lima orang dan tidak pernah melewati angka itu," ungkapnya.

Dia menyampaikan hingga hari ini pihaknya terus menerapkan protokol kesehatan berdasarkan panduan dari Satgas COVID-19 nasional dan gugus tugas provinsi. Misalnya, adanya pembatasan masuk pasar tradisional dan jadwal operasi pasar modern.

"Dan ini saya masih berlakukan sampai hari ini. Pada saat bulan Maret itu sampai Juni itu memang ada beberapa perlakuan. Penekanannya agak keras karena para camat kami dibantu danramil dan kapolsek sampai tingkat desa dan kelurahan dan bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas kami," terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto Syafruddin Nurdin, yang wilayahnya juga disebut berstatus zona merah Corona, mengatakan wilayahnya masuk dalam risiko sedang dan kasus yang terjadi 181 positif Corona.

"Tapi sekarang sisanya 15 orang dalam bentuk pengawasan dan sisanya sembuh," sebut dia saat dihubungi detikcom secara terpisah.

Syafruddin juga menyampaikan upaya yang dilakukan untuk menangkal penyebaran Corona adalah dengan mengeluarkan peraturan bupati (perbup) soal protokol kesehatan. Yang terpenting adalah penggunaan masker dan pelaksanaan protokol kesehatan di tempat umum.

"Kami mengubah orientasi penanganan dari birokrat menuju profesional. Artinya ujung tombaknya di dinas kesehatan dan setiap puskesmas jadi posko di wilayah kerja masing-masing karena punya infrastruktur lengkap, ada dokter dan tenaga perawat, tetapi kita tetap kolaborasikan dengan kerja Gugus Tugas," jelasnya.

Sebelumnya, ada enam wilayah di Sulsel yang masuk zona merah Corona berdasarkan laporan Satgas COVID-19 pekan ini. Keenam wilayah itu adalah Jeneponto, Barru, Sidrap, Pinrang, Luwu, dan Tana Toraja.

(fiq/aud)