4 Orang Dalam Satu Keluarga di Parepare Sulsel Tertular Corona dari Sang Ibu

Hasrul Nawir - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 11:20 WIB
Poster
Foto: llustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/Detikcom).
Parepare -

Satu keluarga yang terdiri dari 4 orang di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19). Mereka tertular dari Jh, pasien Corona yang meninggal pekan lalu di Kota Makassar.

"Jadi kontak erat pasien positif COVID-19 yang meninggal Ibu JH, mulai bermunculan terpapar. Kali ini yang terkena anak perempuan Jh, yakni Ms. Dia menjadi episentrum yang menyebar ke 3 anggota keluarganya yang lain," ungkap Juru bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Parepare, Halwatia, Kamis(10/9/2020).

Halwatia mengemukakan, Ms bersama keluarganya tinggal di Kelurahan Lumpue, Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare. Sementara ibu Ms, Jh tinggal di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat. Menurut Halwatia, Lumpue dan Sumpang Minangae saat ini memang menjadi wilayah paling rawan penyebaran Corona.

"Tapi Ibu Ms ini dalam isolasi mandiri bersama keluarganya," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare tersebut.

Dengan adanya tambahan 4 orang positif ini, akumulasi kasus Corona di Parepare menjadi 164. Parepare saat ini kembali menjadi wilayah dengan status zona merah Corona atau berisiko tinggi penyebaran COVID-19 menyusul penambahan kasus secara signifikan dalam 15 hari terakhir.

Terhitung mulai 25 Agustus 2020, terkonfirmasi 113 kasus positif Corona dengan 7 kasus aktif. Namun dalam rentan waktu 15 hari tepatnya hingga 9 September 2020, kasus positif terkonfirmasi sudah 164 dengan 40 kasus aktif.

Terjadi penambahan secara akumulasi 51 kasus yang terkonfirmasi. Sementara untuk kasus aktif terjadi penambahan 33 dalam kurun waktu tersebut.

"Jadi per hari ini total 164 kasus terkonfirmasi, namun yang sudah sembuh 120 orang. Tersisa 44 kasus, 40 di antaranya kasus aktif dan 4 orang meninggal. Dari 40 kasus aktif, 5 orang dirujuk ke Makassar, 10 dirawat di RSUD Andi Makkasau, 4 di RS Sumantri, dan 21 isolasi mandiri," terang Halwatia.

(elz/ear)