ADVERTISEMENT

Timeline PSBB Jakarta hingga Tarik Rem Darurat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 09:55 WIB
Petugas dari kecamatan Cilandak membawa peti mati di jalan Fatmawati, Jakarta, Jumat (28/8/2020). Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan bahaya Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Kampanye unik ini juga diikuti oleh TNI, Polri dan dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI.
Gambar ilustrasi kampanye bahaya COVID-19 di Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)

14 September: Kembali ke PSBB

Gubernur Anies menarik rem darurat. Usai PSBB transisi fase I diperpanjang sampai lima kali, kini Jakarta malah balik lagi ke PSBB total seperti 10 April silam.

Alasannya, COVID-19 di Jakarta belum mereda. Malah, tempat tidur di rumah sakit semakin penuh. Sekitar 77% tempat tidur isolasi telah terisi oleh pasien COVID-19.

Bila PSBB tidak diterapkan lagi, 4.053 tempat tidur isolasi di Jakarta akan penuh pada 17 September. ICU juga diprediksi bakal penuh pada 15 September.

"Maka, dengan melihat kedaruratan ini, tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9) kemarin.

PSBB transisi fase I memang berakhir pada 10 September, tapi PSBB baru akan berlaku pada Senin (14/9) nanti. Kecuali untuk 11 sektor usaha yang dikecualikan, semua pekerja diminta bekerja dari rumah tanpa datang ke kantor.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Facebook Pemprov DKI Jakarta)

Berikut aturan PSBB 14 September:

- Aktivitas perkantoran: bekerja dari rumah
- Tempat hiburan: tutup
- Usaha makanan: pembeli dilarang makan di tempat
- Ganjil genap: ditiadakan
- Transportasi umum: dibatasi ketat
- Tempat ibadah: masjid raya ditutup, masjid permukiman lokal boleh beroperasi kecuali zona merah
- Bansos: Pemprov DKI janji beri bansos untuk kelompok rentan


(dnu/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT