ADVERTISEMENT

Timeline PSBB Jakarta hingga Tarik Rem Darurat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 09:55 WIB
Petugas dari kecamatan Cilandak membawa peti mati di jalan Fatmawati, Jakarta, Jumat (28/8/2020). Kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan bahaya Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Kampanye unik ini juga diikuti oleh TNI, Polri dan dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI.
Gambar ilustrasi kampanye bahaya COVID-19 di Jakarta. (Ari Saputra/detikcom)

24 April-22 Mei: PSBB Jilid II

PSBB DKI Jakarta diperpanjang sampai 28 hari, yakni dari 24 April hingga 22 Mei 2020. Saat itu, Anies menyebut masih banyak pelanggaran aturan PSBB yang dilakukan warga.

Pada 24 April saat itu, ada 3.605 kasus positif COVID-19 di Jakarta, sebanyak 331 orang meninggal dunia, dan 327 orang sembuh.

22 Mei-4 Juni: PSBB Jilid III

Anies memperpanjang lagi PSBB selama 14 hari. Pada 22 Mei, ada 6.316 kasus positif COVID-19 di DKI, dengan 501 pasien meninggal dunia, serta 1.558 orang sembuh.

Anies mengklaim COVID-19 terkendali

Anies menyatakan PSBB yang sudah dilalui sampai saat itu menunjukkan hasil yang baik. "Alhamdulillah sejauh ini terkendali, tapi ini belum selesai," kata Anies, Selasa (19/5).

Saat itu, Anies mengklaim angka reproduksi COVID-19 mengalami penurunan. Artinya, penularan semakin turun. Angkanya sudah berada di kisaran 1,08 sampai 1,11 pada 4 Mei sampai 17 Mei. Sebelumnya, pada Maret, angka reproduksi COVID-19 di Jakarta mencapai 4, artinya 1 orang bisa menularkan ke 4 orang.

Selain itu, 60% warga Jakarta, dikatakannya, patuh berada di rumah saja. Saat itu, Anies ingin 80% warga berada di rumah saja.

5 Juni-2 Juli: PSBB transisi fase I

Pelonggaran dimulai, wujudnya adalah penerapan PSBB menjadi PSBB transisi. Anies menerbitkan Kepgub Nomor 563 Tahun 2020 tentang PSBB masa transisi. Aktivitas-aktivitas ekonomi mulai diizinkan berjalan secara terbatas dan bertahap.

Berikut adalah aktivitas yang dibolehkan saat PSBB transisi, dengan ketentuan kapasitasnya
1. Rumah ibadah: 50% kapasitas
2. Perkantoran: 50% kapasitas
3. Rumah makan: 50% kapasitas
4. Pabrik: 50% kapasitas
5. Salon barbershop: 50% kapasitas
6. Pasar: 50% kapasitas
7. Fasilitas olahraga outdoor: 50% kapasitas
8. Museum/perpustakaan: 50% kapasitas
9. Taman/pantai: 50% kapasitas
10. Mobil pribadi: maksimal 2 orang per baris,
Bisa 100% kapasitas asal berdomisili di alamat sama.
11. Angkutan umum: 50% kapasitas
12. Taksi: 50% kapasitas
13. Ojek: 100% kapasitas

TransJakarta melakukan uji coba pengoperasian bus listrik selama tiga bulan ke depan. Bus listrik yang akan beroperasi ada 2 unit lho.TransJakarta (Pradita Utama/detikcom)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT