Komisi II soal Paguyuban di Garut Ubah Lambang Pancasila: Bisa Dipidana!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 08:05 WIB
Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menemui Presiden Jokowi.
Foto: Yaqut Cholil Qoumas (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Sebuah paguyuban di Garut, Jawa Barat, bernama Paguyuban Tunggal Rahayu membuat geger karena mengubah lambang Garuda Pancasila. Komisi II DPR RI menilai tindakan tersebut dapat dikenakan pidana.

"Bisa dipidanakan," kata Wakil Ketua Komisi II, Yaqut Cholil Qomas kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Alasan Yaqut menilai tindakan paguyuban itu bisa dipidana karena menyangkut lambang negara. Yaqut meminta kepolisian segara mengambil tindakan.

"Karena ini menyangkut lambang negara. Aparat kepolisian harus segera mengambil tindakan," ujar Yaqut.

Namun, Yaqut belum bisa menjelaskan apakah paguyuban tersebut dapat dikenakan pasal makar atau tidak. Dia menyerahkan penanganan Paguyuban Tunggal Rahayu kepada polisi.

"Kalau makar, masih diperlukan penyelidikan lebih lanjut. Biar kepolisian yg mengusutnya," ujar Yaqut.

"Tapi penghinaan terhadap lambang negara, itu sudah jelas. Ada UU yg mengatur tentang lambang negara ini," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2