Round-Up

Heboh Logo PDIP Jadi Materi Pelajaran Pancasila

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 07:45 WIB
logo ke empat pancasila berlambang pdip
Foto: Tangkapan Layar
Jakarta -

Logo banteng khas PDIP sempat menghebohkan masyarakat lantaran masuk menjadi materi pelajaran Pancasila dalam tv lokal Surabaya. Logo banteng yang masuk sebagai lambang pada sila ke-4 Pancasila itu pun berbuntut panjang.

Dirangkum oleh detikcom, logo banteng PDIP masuk materi pelajaran Pancasila itu awalnya dicuit oleh akun twitter @chandra_ds dengan tweet disertai video di twitter pada Selasa (8/9), pukul 12.09 WIB. Cuitan itu pun ramai jadi pembicaraan netizen.

Pada tweet pertama ini, akun tersebut juga menampilkan screenshot program tersebut beserta logo PDI Perjuangan yang terpampang serta gambar materi.

Tweet kedua, akun @chandra_ds mencuitkan tweet "Kesalahan sangat fatal pada materi program pembelajaran GURUku untuk kelas 1 SD disiarkan @sbotv pagi ini tgl 8 September 2020. Lambang sila 4 kepala banteng tapi gambarnya lambang PDI-P. @e100ss @dispendiksby1 @BanggaSurabaya @SapawargaSby"

Dalam video, presenter wanita tersebut mengucapkan "Sila ke-4 pancasila, yang berbunyi kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijksanaan dalam permusyawaratan perwakilan yang dilambangkan dengan kepala banteng. Nah anak-anak kepala banteng ini, kenapa kepala banteng Bu Vita? Karena banteng itu merupakan hewan yang suka berkelompok seperti warga Indonesia anak-anak, kita suka bekerja sama, kita suka bermusyawarah meskipun dalam masa pandemi seperti ini. Dalam masa pandemi seperti ini, tapi kita juga tetap bermusyawarah, berdiskusi melalui media sosial, seperti itu ya anak-anak," ujar presenter di video tersebut.

Atas cuitan tersebut pun, akhirnya Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya meminta maaf. Pihak Dispendik Kota Surabaya memastikan kejadian itu tidak ada unsur kesengajaan.

"Yang pertama saya mohon maaf atas nama Dinas Pendidikan soal kejadian kemarin," kata Supomo kepada wartawan di kantor Humas Pemkot Surabaya Jalan Jimerto, Rabu (9/8/2020).

Permohonan maaf itu, jelas Supomo, karena ada salah satu guru saat mengajar program belajar daring terjadi kesalahan mengklik atau input data.

"Kemarin ada salah satu guru kami, pada waktu mengajar, terjadi kesalahan ngeklik atau input data," tambahnya.

Supomo juga mengatakan, materi yang akan disiarkan secara langsung biasanya sudah terlebih dahulu dilakukan penyaringan.

"Kalau materi selama ini sudah dilakukan penyaringan, sudah dilakukan pembahasan. Apalagi materi yang disampaikan adalah materi dari buku tema. Buku yang kemudian dikeluarkan sudah resmi dari Kementerian Pendidikan. Cuman tinggal improvisasi dari masing-masing guru saja, kemungkinan terjadi kesalahan," kata Supomo.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4