SBO TV Salahkan Guru Soal Logo PDIP Jadi Lambang Sila Keempat

Esti Widiyana - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 13:19 WIB
pdip
Foto: Tangkapan layar
Surabaya -

Video logo banteng PDIP jadi lambang sila keempat Pancasila dalam pembelajaran daring jadi viral. Pembelajaran daring itu disiarkan SBO TV, sebuah TV lokal di Surabaya.

SBO TV sendiri enggan disalahkan. SBO TV justru menyebut kesalahan ada pada guru yang mengampu pembelajaran daring tersebut. Sebab guru bernama Afita Nurul Aini tersebut kurang teliti saat membuat materi.

Pembelajaran daring itu sendiri disiarkan secara live pagi itu, Selasa (8/9). Dan soal materi pembelajaran, pihak SBO TV mengaku sama sekali tidak mengetahui.

"Bu Fita memang kurang teliti, karena materi di kita sama sekali nggak tahu. Pas tayang banyak masyarakat yang mengambil atau record dari materi pembelajaran kelas 1, dia upload ulang lagi. Di akun resmi kita, kita sudah lakukan pengeditan. Akun-akun yang lain tidak. Makanya viral," ujar perwakilan SBO TV Wawan Andrianto kepada wartawan di Humas Pemkot Surabaya, Rabu (9/9/2020).

Sebagai pemberi slot dan yang memiliki siaran, Wawan mengatakan SBO TV biasanya ada quality control (QC) terkait editing. Tetapi untuk materi yang disampaikan merupakan hak penyaji maupun Dispendik Surabaya.

"Kita biasanya ada QC terkait proses editing materi video atau teknis di studio. Proses pengambilan gambar tapi untuk konten pembelajaran materi itu haknya penyaji atau dispendik," ujar Wawan.

Sementara guru SDN Tembok Dukuh IV, Afita Nurul Aini, yang memberi materi saat itu, diaku Wawan memang sebagai guru pengganti. Sebab, guru sebelumnya izin sakit dan digantikan oleh Afita.

Wawan menjelaskan, SBO TV langsung mengintropeksi setelah adanya viral tersebut. Pihaknya juga telah berkomitmen jika penayangan tidak mengandung sara atau politik.

"Kita coba untuk segera klarifikasi dengan melajukan pengeditan di akun resmi kami di YouTube SBO TV. Yang beredar di luar bukan akunnya SBO TV, karena banyak sekali yang mengunduh, mulai kuis-kuis, jawaban, diupload ulang. Belum lagi materi kelas 1-6 diupload ulang sama masyarakat tanpa mengedit ulang. Kami mengedit ulang tanpa logo itu muncul," pungkas Wawan

(iwd/iwd)