Muhammadiyah: Jika Tak Ada Konsekuensinya Tak Usah Penceramah Disertifikasi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 05:25 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H Dadang Kahmad
Dadang Kahmad (Foto: dok. Muhammadiyah)
Jakarta -

PP Muhammadiyah merespons program penceramah bersertifikat oleh Kementerian Agama (Kemenag). Muhammadiyah menilai sertifikasi itu tidak perlu dilakukan jika tidak ada konsekuensi untuk penceramah.

"Kalau tidak ada kosekuensinya, ya tidak usah disertifikasi. Sebab dalam Islam itu tausiyah kepada sesama muslim adalah kewajiban melekat bagi setiap muslim," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad kepada wartawan, Senin (7/9/2020).

Menurut Dadang, sertifiksi cocok diberikan untuk penceramah formal yang digaji negara. Seperti penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA).

"Ya sertifikasi penceramah itu cocok bagi penceramah formal yang digaji negara, seperti penyuluh agama atau tokoh agama yang berstatus PNS. Jadi menurut saya ya kalau untuk penceramah formal dari Kementerian Agama yang silakan ditingkatkan kapasitasnya seperti penyuluh agama, KAU, masjid-masjid yang ada di bawah kementerian, pemerintah," katanya.

Dadang mengatakan penceramah ormas atau swasta merupakan panggilan agama. Dia menyebut pengetahuan agama bersifat saling menasihati atau wasiat, sehingga tidak membutuhkan sertifikat.

"Tapi bagi penceramah dari ormas atau penceramah swasta di mana berceramah itu sebagai panggilan agama untuk menyampaikan pengetahuan agama kepada orang lain sebagai perintah agama untuk saling menasihati atau berwasiat dalam kebenaran tidak usah punya sertifikat," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2