Kemenag: Bukan Sertifikasi Penceramah, tapi Penceramah Bersertifikat

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 15:52 WIB
Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin
Kamaruddin Amin (Foto: dok. BNPB)
Jakarta -

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin meluruskan soal program sertifikasi penceramah. Menurutnya, yang benar adalah program penceramah bersertifikat.

"Bukan sertifikasi penceramah tetapi penceramah bersertifikat. Jadi tidak berkonsekuensi apapun," ujar Kamaruddin melalui keterangan tertulisnya di situs resmi Kemenag seperti dilihat detikcom, Minggu (6/9/2020).

Kamaruddin mengatakan, program penceramah bersertifikat itu merupakan arahan langsung dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif. Pada 2020 ini, target yang mengikuti program ini sebanyak 8.200 penceramah. Di mana, 8 ribu di antaranya berasal dari 34 provinsi dan 200 lainnya berasal dari pusat.

Mantan Dirjen Pendis Kemenag itu berujar, program penceramah bersertifikat itu juga melibatkan MUI, Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kemudian ada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan ormas lain.

"Kehadiran BPIP untuk memberikan pemahaman tentang Pancasila, hubungan agama dan negara. Sementara MUI dan ormas keagamaan adalah lembaga otoritatif dalam penguatan di bidang Agama," katanya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendorong penceramah disertifikasi. Menurut dia, penceramah harus betul-betul membawa kemaslahatan.

"Khatib itu omongannya betul-betul harus membawa kemaslahatan. Makanya perlu ada sertifikasi khatib, yang bacaannya benar, komitmennya benar, diberi sertifikat. Nanti Ikatan Khatib DMI (Dewan Masjid Indonesia) mempertanggungjawabkan itu," kata Ma'ruf saat membuka Rakernas II dan Halaqah Khatib Indonesia di Istana Wapres Jakarta, seperti dikutip Antara, Jumat (14/2).

(man/knv)