RI Dilaporkan Tunda Pembayaran USD 420 Juta Proyek Jet Tempur dengan Korsel

Zunita Putri - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 19:21 WIB
U.S. Marine Corps F-35B fighter jets (front) and South Korean air Forces F-15K fly over South Korea during a joint military drill, South Korea on August 31, 2017. Republic of Korea Air Force/Yonhap/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. SOUTH KOREA OUT. NO RESALES. NO ARCHIVE.
Foto: ilustrasi jet tempur (Republic of Korea Air Force/Yonhap/via REUTERS)
Jakarta -

Indonesia dilaporkan menunda ratusan juta dolar untuk iuran proyek pengembangan jet tempur dengan Korea Selatan. Indonesia disebut bersedia membayar sebagian biaya pengembangan karena merupakan negara mitra.

Dilansir kantor berita Yonhap News Agency, Minggu (6/9/2020), Indonesia bergabung dengan proyek KF-X dalam upaya pengadaan pesawat untuk angkatan udaranya dan untuk memajukan industri kedirgantaraan. Indonesia disebut setuju untuk menanggung 20 persen dari biaya pengembangan proyek 8,8 triliun won (USD 7,3 miliar), atau sekitar 1,7 triliun won.

Tetapi Indonesia dilaporkan gagal membayar sekitar 500 miliar won yang seharusnya dibayar pada akhir Agustus. Meski begitu, pejabat Korsel mengatakan Indonesia sejauh ini telah membayar 227,2 miliar won. Dilaporkan alokasi anggaran proyek KF-X ini sekitar 270 miliar won dalam anggaran tahun ini.

"Sedikit kemajuan telah dicapai dalam hal kerja sama dengan Indonesia terkait proyek KF-X," kata seorang pejabat.

Yonhap News Agency menuliskan, dalam pertemuan Desember 2019 lalu, Menteri Jeong Kyeong-doo dan Menhan Prabowo Subianto bersumpah untuk memajukan proyek tersebut. Keduanya menyebut kerja sama semacam itu sebagai simbol hubungan kepercayaan yang kuat.

Terlepas dari masalah keuangan seperti itu, proyek KF-X saat ini telah berjalan tanpa hambatan. Awal pekan ini, Korea Selatan memulai perakitan terakhir prototipe jet pertama setelah konfirmasi akhir desain tahun lalu.

Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korsel mengatakan prototipe tersebut diharapkan akan diluncurkan pada paruh pertama 2021. Korea Selatan menargetkan menyelesaikan pembangunan sekitar tahun 2026.

Kemenhan Cek Informasi

Sementara itu, Kementerian Pertahanan mengatakan akan mengecek kebenaran berita ini. "Saya cek dulu ya," ujar Jubir Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat dikonfirmasi, Minggu (6/9).

Sebelumnya, pada akhir 2019 lalu, Menhan Prabowo Subianto sedang melakukan negosiasi harga jet tempur KFX/IFX karena dianggap kemahalan. Negosiasi itu atas permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Selain renegosiasi, Prabowo akan me-review kembali proyek itu. Proyek jet tempur KFX/IFX RI-Korsel setelah dihitung-hitung dianggap terlalu mahal.

"Betul (yang dinegosiasi) KFX dan IFX," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan RI bidang Komunikasi Publik dan Kerja Sama Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (13/12/2019) malam.

Tonton video 'Komisi I DPR Beberkan Mengapa Prabowo Tak Bisa Beli Jet Tempur Bekas':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/gbr)