Round-Up

Nego Ulang Prabowo Gegara Proyek Jet Tempur Kemahalan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 14 Des 2019 22:07 WIB
Foto: Menhan Prabowo Subianto. (Andhika-detikcom)
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sedang melakukan negosiasi harga jet tempur KFX/IFX karena dianggap kemahalan. Negosiasi itu atas permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi)

"Betul (yang dinegosiasi) KFX dan IFX," kata Staf Khusus Menteri Pertahanan RI bidang Komunikasi Publik dan Kerja Sama Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (13/12/2019) malam.

Selain renegosiasi, Prabowo akan me-review kembali proyek itu. Proyek jet tempur KFX/IFX RI-Korsel setelah dihitung-hitung dianggap terlalu mahal.

"Pak Prabowo akan renegosiasi dan review karena menurut perhitungan kita terlalu mahal," jelas Dahnil.


Bicara soal senjata, Indonesia punya proyek kerja sama pembuatan pesawat tempur dengan Korea Selatan, namanya proyek Korea Fighter eXperimental/Indonesia Fighter eXperimental (KFX/IFX). Ini bukan proyek baru tapi belum rampung juga sampai sekarang.

Dilansir AFP pada Oktober 2018 lampau, KFX adalah proyek senilai 8 triliun Won atau sekitar $ 7 miliar. Tujuan proyek ini untuk mengembangkan armada dari 120 pesawat tempur generasi baru yang asli, guna menggantikan pesawat Korsel bikinan Amerika Serikat (AS) yang semakin menua, yakni F-4 dan F-5. Industri Kedirgantaraan Korea dan kedirgantaraan raksasa AS, Lockheed Martin, adalah kontraktor utama di proyek KFX itu. Mesin-mesinnya bakal disuplai oleh perusahaan besar General Electric.

Jakarta meneken persetujuan pada 2016 silam untuk menjadi mitra junior. Jakarta akan menangani 20 persen dari biaya proyek serta menerima satu pesawat purwarupa (prototype). 100 Pekerja Indonesia akan ikut ambil bagian dalam pengembangan dan proses produksi. Apakah detailnya kini sudah berubah? Belum ada keterangan detil sejauh ini.
Selanjutnya
Halaman
1 2