Pemprov DKI Tetap Lanjutkan Ganjil Genap yang Disorot Satgas Nasional

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Minggu, 06 Sep 2020 09:52 WIB
Kadishub DKI Syafrin Liputo
Foto: Kadishub DKI Syafrin Liputo (Tiara Aliya Azzahra).
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tetap melanjutkan kebijakan ganjil genap di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Keputusan ini diambil dari hasil evaluasi Pemprov DKI yang dilakukan setiap hari.

"Evaluasi ganjil genap terus kami lakukan, tapi saya sudah sebutkan setiap hari kami evaluasi yang dilaporkan secara mingguan kepada Pak Gubernur selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi, yang kemudian dari hasil evaluasi ini ganjil genap terus dilanjutkan," kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (6/9/2020).

Syafrin mengatakan dari hasil evaluasi ganjil genap, ada peningkatan efektivitas lalu lintas. Dia menyebut Dishub DKI selalu memantau data pergerakan warga DKI selama PSBB Transisi.

"Jadi terkait ganjil genap, sebagaimana kami sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas perhubungan terus melakukan evaluasi, harian, mingguan, dan satu bulan kemarin terpantau bahwa ada efektivitas penerapan kebijakan ganjil-genap ditinjau dari kebijakan pembatasan pergerakan orang di Jakarta di tengah-tentah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi," ujar Syafrin.

"Jadi dari hasil pantauan kami, memang kinerja lalu lintas itu peningkatannya masih sekitar satu, dua persen," imbuhnya.

Syafrin mengungkapkan alasan mengapa pihaknya tetap menerapkan kebijakan ganjil genap di Ibu Kota. Menurutnya, kebijakan ini harus dilihat sebagai upaya pembatasan gerak warga ke tempat-tempat ramai yang memunculkan penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Demikian juga dengan peningkatan dari sisi angkutan umum dan kecepatan. Nah namun perlu dilihat juga ada faktor lain kenapa instrumen kebijakan ganjil-genap ini diambil, yaitu sebagai instrumen kebijakan pembatasan pergerakan orang," tuturnya.

Sebelumnya, juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, mengatakan aturan ganjil-genap kendaraan di DKI Jakarta berdampak meningkatnya aktivitas transportasi dan mobilitas warga. Wiku menyebut perlu adanya evaluasi untuk memastikan apakah penerapan ganjil genap memiliki kontribusi dalam penularan kasus.

Tonton video 'Dear Pak Anies, Ini Dampak Jika Motor Kena Ganjil Genap':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)