Eks Dirut TransJ Donny Saragih Buron Ke-62 Ditangkap Kejagung Sepanjang 2020

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 22:07 WIB
Eks Direktur Utama PT TransJakarta (TransJ) Donny Andy S Saragih ditangkap kejaksaan, Jumat (4/9/2020) malam. Donny ditangkap lantaran beberapa kali mangkir dari panggilan eksekusi jaksa terkait vonis perkara penipuan.
Foto: Donny Saragih saat ditangkap (Istimewa)
Jakarta -

Eks Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta (TransJ) Donny Andy S Saragih ditangkap tim kejaksaan terkait kasus penipuan. Kejaksaan Agung (Kejagung) mencatat Donny Saragih adalah buronan ke-62 yang ditangkap sepanjang 2020.

"Keberhasilan penangkapan buronan pelaku kejahatan oleh Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi DKI dan Kejari Jakarta Pusat kali ini merupakan buronan yang ke-62 di tahun 2020 yang berhasil diamankan oleh Kejaksaan RI dari berbagai wilayah baik sebagai tersangka, terdakwa, dan atau terpidana," kata Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2020).

Sebelum ditangkap, Donny yang lahir di Tanjung Karang masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Selanjutnya, Donny ditangkap tim gabungan Kejati DKI dan Kejari Jakarta Pusat.

Donny ditangkap jaksa tanpa perlawanan tim kejaksaan tanpa perlawanan. Donny pun langsung dieksekusi menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba.

"Terpidana diamankan di Apartemen Mediterania Kelapa Gading Jakarta Utara pada hadri Jumat tanggal 4 September 2020 sekira pukul 22.35 WIB tanpa perlawanan karena sebelumnya telah dilakukan pemantauan dan pengintaian oleh Tim Intelijen Kejati DKI dan Kejari Jakarta Pusat," jelasnya.

Untuk diketahui, kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut 'turut serta melakukan penipuan berlanjut' sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Pada 15 Agustus 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis 1 tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Jaksa penuntut umum Priyo W kemudian mengajukan permohonan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.

(rfs/rfs)