Donny Saragih Ditangkap, Begini Perjalanan Kasus Penipuan Eks Dirut TransJ Itu

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 11:44 WIB
Eks Dirut TransJ Donny Saragih Ditangkap
Eks Dirut TransJ Donny Saragih ditangkap. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Eks Dirut TransJ Donny Saragih akhirnya ditangkap setelah diburu tim kejaksaan untuk dieksekusi. Donny diamankan di kediamannya, Apartemen Mediterania, Jakarta Utara. Begini perjalanan kasus Donny.

Kasus penipuan yang dilakukan Donny terjadi pada 2017. Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi mengatakan saat itu Donny menjabat Direktur Operasional PT Lorena Transport. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi, yang menjabat Sekretaris Korporat PT Lorena Transport melakukan penipuan kepada Direktur Utama PT Lorena Transport Gusti Terkelin Soerbakti.

"Ketika itu terpidana (Donny) berpura-pura sebagai pihak dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan dibantu bujuk rayu Porman Tambunan guna meyakinkan Gusti Terkelin Soerbakti bahwa terpidana dan Porman Tambunan dapat membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di PT Lorena Transport, dengan imbalan USD 250 ribu," kata Nirwan dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2020).

Nirwan menyebut uang tersebut rencananya akan ditawarkan kepada OJK untuk tidak mengungkap kesalahan yang dilakukan PT Lorena Transport. Namun uang tersebut digunakan Donny dan Andi untuk kepentingan pribadi.

"Uang tersebut rencananya akan ditawarkan kepada pihak OJK agar tidak membeberkan kesalahan yang dilakukan oleh PT Lorena Transport terkait perdagangan saham tidak sah. Selanjutnya uang diserahkan secara bertahap hingga mencapai USD 170 ribu dan Rp 20 juta. Namun oleh terpidana dan Porman Tambunan, uang tersebut ternyata dipergunakan untuk kepentingan pribadi," kata Nirwan.

Kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut 'turut serta melakukan penipuan berlanjut' sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Pada 15 Agustus 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis 1 tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Jaksa penuntut umum Priyo W kemudian mengajukan permohonan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3