Sebelum Ditangkap, Eks Dirut TransJ Donny Saragih Sempat Hendak Berobat

Elza Astari Retaduari - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 10:20 WIB
Eks Direktur Utama PT TransJakarta (TransJ) Donny Andy S Saragih ditangkap kejaksaan, Jumat (4/9/2020) malam. Donny ditangkap lantaran beberapa kali mangkir dari panggilan eksekusi jaksa terkait vonis perkara penipuan.
Eks Dirut TransJ Donny Saragih saat diamankan. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Mantan Direktur Utama PT TransJakarta (TransJ) Donny Andy S Saragih ditangkap setelah jadi buron dalam kasus penipuan. Sebelum diamankan di Apartemen Mediterania, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Donny diketahui sempat akan berobat.

"Sebelumnya, tim mendapat informasi bahwa DPO pada Jumat, 4 September 2020, sekira pukul 17.00 WIB berencana akan melakukan pengobatan di RSPI, Jakarta Selatan," ujar Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Jakpus Nur Winardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2020).

Kemudian tim gabungan Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi DKI, dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melakukan pemantauan di RSPI. Namun Donny, yang divonis 2 tahun penjara, tidak terlihat di lokasi.

Kemudian tim gabungan mendatangi Apartemen Mediterania. Donny diketahui tinggal di apartemen tersebut. Donny Saragih ditangkap karena beberapa kali mangkir dari panggilan eksekusi jaksa terkait vonis perkara penipuan.

"Sesampainya di lokasi (apartemen), tim langsung melakukan penangkapan terhadap terpidana yang berada dalam kamar terpidana dan selanjutnya sekitar pukul 23.00 WIB terpidana dibawa oleh tim gabungan ke Kejaksaan Tinggi DKI untuk dilakukan serah-terima kepada tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat," terang Winardi.

Donny pun kemudian dieksekusi ke Lapas Kelas I Salemba, Jakarta Pusat. Kasus Donny tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut 'turut serta melakukan penipuan berlanjut' sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Pada 15 Agustus 2018, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan Donny dan Andi bersalah dan memvonis 1 tahun penjara serta menetapkan agar para terdakwa tetap ditahan dalam tahanan kota. Jaksa penuntut umum Priyo W kemudian mengajukan permohonan banding. Hasilnya, pada 12 Oktober 2018, Pengadilan Tinggi DKI menerima banding JPU dan menguatkan putusannya serta meminta keduanya tetap berada dalam tahanan.

Tak terima, Donny dan Andi kemudian mengajukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.

Donny sempat membuat heboh saat baru empat hari ditunjuk menjadi Dirut TransJakarta. Badan Pembina (BP) BUMD menerima laporan tentang status hukum Donny pada Sabtu, 25 Januari 2020. Lantas BP BUMD melakukan verifikasi atas laporan itu. Hasil verifikasi menyatakan benar bahwa Donny berstatus hukum terpidana kasus penipuan. Ia pun kemudian dicopot meski baru baru beberapa hari menjabat.

Tonton juga 'Eks Dirut TransJakarta Donny Saragih Akhirnya Ditangkap':

[Gambas:Video 20detik]

(elz/bar)