6 Bulan Corona di Aceh: Polemik Jam Malam-'Ledakan' Kasus Usai Dipuji Jokowi

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 12:47 WIB
Suasana sepinya kota Banda Aceh di hari pertama Ramadhan (Agus Setyadi-detikcom)
Foto Ilustrasi Kota Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

Persentase Kemiskinan Menurun di Tengah Pandemi

Jumlah penduduk miskin di Aceh mengalami penurunan secara persentase di tengah pandemi Corona. Dalam data yang dirilis BPS Aceh, presentase penduduk miskin Aceh pada Maret 2020 yaitu 14,99 persen atau turun 0,02 persen dibandingkan September 2019. Enam bulan lalu, persentase penduduk miskin adalah 15,01 persen.

"Sedangkan dibandingkan Maret 2019 turun 0,33 persen," kata Kepala BPS Aceh Ihsanurrijal dalam konferensi pers virtual, Rabu (15/7/2020).

Meski secara persentase menunjukkan penurunan, jumlah penduduk miskin di Aceh mengalami penambahan sekitar 5 ribu orang. Pada Maret 2020, jumlah warga miskin di Tanah Rencong sebanyak 814,91 ribu orang atau bertambah dibandingkan September 2019 yang sebesar 809,76 ribu orang.

"Bila dibandingkan Maret 2019, berkurang 4,5 ribu orang sebanyak 819,44 ribu orang," ujar Ihsanurrijal.

Pujian dari Jokowi dan 'Ledakan' Kasus Setelahnya

Jokowi sempat memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh karena dinilai bagus melakukan penanganan virus Corona. Pujian itu disampaikan Presiden Jokowi kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sebelum dimulainya rapat tentang percepatan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu 15 Juli 2020, yang dihadiri puluhan gubernur dari seluruh Indonesia.

"Saya tadi dipanggil khusus oleh Presiden sebelum rapat, sekitar 7 menit. Presiden mengapresiasi bahwa Aceh itu masuk tiga besar penanganan COVID-19 terbaik," kata Nova seperti disampaikan dalam keterangan pers Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta.

Nova merincikan ketiga daerah yang masuk tiga besar terbaik seluruh Indonesia dalam menangani COVID-19, di antaranya Yogyakarta, Bangka Belitung, dan Aceh.

"Itu tidak ada nomor satu sampai tiga. Karena semua dianggap baik. Dan Presiden mengapresiasi itu," ujarnya.

Namun, kasus Corona di Aceh mengalami lonjakan sejak 30 Juli lalu. Hari itu, ada penambahan 74 kasus positif sehingga totalnya menjadi 312 kasus.

"Total kasus hari ini 74 orang. Terbanyak di Banda Aceh," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh dr Hanif saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (30/7/2020).

Memasuki Agustus atau setelah Lebaran Idul Adha, ledakan kasus besar-besar terjadi. Pada Senin, 17 Agustus lalu, kasus positif di Aceh menembus 1.043 orang karena ada penambahan 168 kasus baru.

Kini kasus Corona di Tanah Rencong mencapai 1.793 orang.

"Jumlah akumulatif COVID-19 di Aceh per tanggal 3 September 2020, pukul 15.00 WIB, telah mencapai 1.793 orang. Rinciannya sebanyak 1.021 orang dalam perawatan, 700 orang dinyatakan sembuh, dan 72 orang meninggal dunia," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, kepada wartawan, Jumat (4/9/2020).