6 Bulan Corona di Aceh: Polemik Jam Malam-'Ledakan' Kasus Usai Dipuji Jokowi

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 12:47 WIB
Suasana sepinya kota Banda Aceh di hari pertama Ramadhan (Agus Setyadi-detikcom)
Foto Ilustrasi Kota Banda Aceh (Agus Setyadi/detikcom)

Pemprov Berlakukan Jam Malam

Setelah kasus positif Corona diketahui, Pemerintah Aceh sempat memberlakukan jam malam untuk mencegah virus merebak. Jam malam berlaku sejak 29 Maret dan rencananya berlangsung hingga dua bulan.

Keputusan pemberlakuan jam malam diambil Pemerintah Aceh bersama unsur Forkopimda Aceh. Dalam edaran itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di luar rumah pada penerapan jam malam sejak pukul 20.30 WIB sampai pukul 05.30 WIB. Ketika memasuki jam malam, warga Tanah Rencong harus berada di rumah masing-masing.

Selain itu, maklumat juga mengatur pengelola kegiatan usaha tidak membuka warung kopi/kafe, tempat makan dan minum, pasar, swalayan, mal, karaoke, tempat wisata, tempat olahraga, dan angkutan umum pada penerapan jam malam.

"Kecuali bagi angkutan umum yang melayani kebutuhan pokok masyarakat, dilengkapi dengan surat tugas atau dokumen yang menjelaskan aktivitas kerja," isi maklumat tersebut seperti dikutip detikcom dari rilis Pemerintah Aceh, Senin (30/3/2020).

Namun setelah seminggu berlangsung, aturan jam malam dicabut. Warga kembali beraktivitas seperti biasa.

Pemprov Siapkan Rp 1,7 Triliun Tangani Corona

Pemerintah Aceh melakukan refocusing anggaran sebesar Rp 1,7 triliun untuk penanganan pandemi virus Corona. Dana itu bakal dipakai bila Tanah Rencong menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Dana sebanyak Rp 1,7 triliun itu adalah dana yang berpeluang untuk digunakan sebagai dana penanganan COVID-19 jika terjadi sesuatu," kata Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah dalam keterangannya, Kamis (7/5/2020).

Belum diketahui jumlah dana yang sudah dihabiskan untuk menangani pandemi.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4