Inggris Bantu Rp 987 Juta Kelola LaporCovid19 di DKI-Jabar-Jatim

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 13:32 WIB
The union flag flies over the Houses of Parliament in Westminster, in central London, Britain June 24, 2016.     REUTERS/Phil Noble
Ilustrasi bendera Inggris. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Jakarta -

Pemerintah Inggris menggelontorkan dana Rp 987 juta untuk membantu mengelola sistem LaporCovid-19. Sistem tersebut nantinya akan digunakan untuk memetakan wilayah mana saja yang rentan penyebaran virus Corona di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur.

"Dukungan dari Pemerintah Inggris untuk LaporCovid ini senilai £ 56 ribu atau senilai Rp 987 juta akan diberikan LaporCovid untuk mengelola tata kelola data yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah. Sejauh ini kami sudah bekerja sama dengan DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins di acara webinar, Kamis (3/9/2020).

Dalam Acara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berharap, data-data yang ada dapat terkumpul dengan baik. Sehingga, dapat diketahui mengenai wilayah mana saja yang rentan penularan virus Corona.

"Jadi, data per wilayah itu bukan hanya untuk melihat peristiwa yang telah terjadi, tapi digunakan untuk peristiwa ke depan. Jadi, harapannya dengan begitu kita tahu, misalnya karakteristik wilayah seperti apa yang muncul penularan lebih besar, wilayah karakteristik seperti apa yang penularannya lebih kecil. Faktor-faktor apa saja yang memberikan kontribusi atas tingkat penularan. Nah itu semua bisa muncul dari pengumpulan data yang lengkap di semua tempat dengan jumlah yang besar," ucap Anies.

Selain itu, lanjut Anies, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan intervensi terhadap orang yang positif Corona. Menurutnya, orang yang positif Corona di Jakarta harus melakukan isolasi secara benar.

"Kemarin sempat saya sampaikan juga, bahwa saat ini sedang disusun regulasi tentang isolasi di Jakarta, supaya mereka yang sudah dites positif itu benar-benar bisa isolasi dengan baik sehingga mereka tidak menjadi penyebar. Nah kita sedang susun regulasinya nanti begitu lengkap, kita akan umumkan. Tapi intinya adalah kita akan meningkatkan intervensi pada mereka-mereka yang terpapar positif," kata Anies.

Co-intiator and Co-Leader LaporCovid19 Irma Hidayana mengatakan, sistem pemetaan tersebut nantinya tidak akan dibuat aplikasi. Untuk di DKI, sistem pemetaan rawan Corona nantinya bisa dimasukkan ke dalam situs corona.jakarta.go.id.

"Saya mau luruskan sedikit, ini bukan aplikasi tapi kami pengen mambangun sebuah peta, peta di DKI. Kalau membuka situs Corona di DKI Jakarta ini sebenarnya sudah lengkap sekali sudah banyak yang disajikan di sana. Tetapi kami ingin membangun suatu peta kerentanan covid-19 yang ada di wilayah provinsi DKI Jakarta. Jadi di dalam peta tersebut nanti ada komponen setiap kelurahan, itu bagaimana sih persepsi resikonya terhadap pandemi kemudian ditambahkan juga ada variabel-variabel lain," ujar Irma.

(man/dkp)