6 Bulan COVID-19 di Indonesia, Zona Hijau Kecamatan di Jabar Berguguran

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 18:05 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Zona hijau di kecamatan wilayah Jabar terus berguguran. Awalnya terdapat 228 kecamatan zona hijau, kini tersisa 190 wilayah.

"Kestabilan dari zonasi hijau di kecamatan yang terdapat kasus (COVID-19) menurun dari 228 kecamatan, sekarang tinggal 190-an," ujar kata Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (2/9/2020).

Menurunnya jumlah zona hijau itu juga berdampak terhadap sekolah yang boleh menggelar tatap muka. Awalnya ada 71 sekolah diizinkan, kini hanya 50 yang diperbolehkan.

Menurutnya evaluasi izin KBM tatap muka dilaksanakan selama dua pekan sekali dengan memantau dinamika wabah pada level kecamatan.

"Per kemarin, daftar sekolah yang tatap muka itu turun menjadi 50 dalam dua pekan kemarin," tutur Dedi.

Sedianya KBM tatap muka mulai dibuka kembali pada 18 Agustus yang lalu di wilayah dengan zona hijau, pembukaan sekolah pun dilakukan secara bertahap dengan menimbang fasilitas pencegahan COVID-19 dan konektivitas internet di sekolah tersebut.

"Kemarin itu kan ada 71 sekolah, dari 71 sekolah itu ada yang sudah mendapatkan rekomendasi gugus tugas dari pemerintah setempat, dan ada juga yang belum mendapatkan rekomendasi. Ada juga yang sudah melaksanakan swab test bagi pengajarnya, dan ada juga yang belum. Jadi 71 yang diizinkan itu, pembukaanya paralel," jelas dia.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan awalnya terdapat sejumlah sekolah di Kota Cimahi dan Kabupaten Majalengka yang sudah siap menggelar KBM tatap muka, namun urung dilakukan karena guru yang akan mengajar terkonfirmasi positif COVID-19 lewat swab test.

"Contoh Cimahi melaporkan dari 3 ribu yang akan dites, baru 200-an sekian yang dites, dan sudah ada 13 guru yang terpapar positif COVID-19. Maka rencana Cimahi di zona hijaunya itu kita batalkan. Nah inilah yang kami maksud, semua keputusan harus berdasarkan parameter yang terukur, pada saat keterukurannya gagal maka risiko itu kita berhentikan, dan kita tidak izinkan tapi kepada yang masih mungkin kita akan monitor terus," ujar Kang Emil.

Tonton video 'Kasus Positif COVID-19 di Jabar Naik Lebih dari 100% dalam Sepekan':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/mud)