Pemprov Jatim Siap Dukung Banyuwangi Tangani Klaster Ponpes Darussalam

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 23:35 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Ponpes Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Khofifah meninjau penanganan COVID-19 di sana.
Rakor di Villa Solong, Banyuwangi/Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Ponpes Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Khofifah meninjau penanganan COVID-19 di sana.

Selanjutnya, Khofifah memimpin rakor di Villa Solong, Banyuwangi. "Pemprov Jatim datang kemari sebagai supporting system. Leading sector penanganan COVID-19 di pondok pesantren tetap dipegang Pemkab Banyuwangi," kata Khofifah, usai menggelar rakor terkait penanganan COVID-19 di Pondok Pesantren Darussalam, bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (2/9/2020).

Rakor tersebut diikuti Sekretaris Daerah Pemprov Jatim Heru Tjahjono, Ketua Rumpun Tracing Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, dan satgas penanganan COVID-19 Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Khofifah menyatakan, pihaknya terus mendukung penanganan COVID-19 yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Komunikasi dan koordinasi penanganan akan terus dilakukan, mulai dari Kemenkes, Pemprov, maupun daerah, termasuk dengan TNI/Polri.

"Semua ikhtiar yang dilakukan Satgas Banyuwangi, kita dukung pula. Kami akan mengiringi langkah-langkah satgas Banyuwangi dalam mencari solusi terbaik dan tercepat dalam penanganan kasus ini. Pemprov ini supporting sistem saja. Nanti tim dari pemprov akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Banyuwangi," kata Khofifah.

Sementara Ketua Rumpun Tracing Satgas Jatim, dr Kohar mengatakan, dalam penanganan COVID-19 intinya adalah menekan laju penyebaran virus. Caranya adalah dengan isolasi di mana yang di dalam tidak keluar, yang di luar tidak masuk ke dalam (area pondok).

Selanjutnya, upaya kedua dalam penanganan virus adalah peningkatan daya tahan tubuh yakni dengan memperhatikan asupan gizi makanan yang dikonsumsi para santri. Termasuk juga memantau aktivitas dan memastikan sanitasi yang digunakan higienis dan dalam keadaan baik.