BPOM Kunjungi UEA Terkait Vaksin COVID-19, Ini Hasilnya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 17:27 WIB
Penny K Lukito Kepala BPOM
Penny Lukito (Rifkyanto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkunjung ke Uni Emirat Arab (UEA) terkait kerja sama pengembangan vaksin COVID-19. BPOM juga melihat langsung proses uji klinik tahap III vaksin COVID-19.

Hal itu disampaikan Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (1/9/2020). Kunjungan tim dari BPOM ini dilakukan setelah Menlu Retno LP Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir menjalin kesepakatan dengan UEA terkait vaksin Sinopharm.

"Pada 21 Agustus sudah ada kesepakatan antara Menteri Luar Negeri Indonesia dan Menteri BUMN yang berkunjung ke Uni Emirat Arab terkait kerja sama pengembangan vaksin COVID-19 ini, di mana UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin COVID-19 untuk Indonesia melalui kerja sama melalui G42 Uni Emirat Arab dengan Sinopharm dan Kimia Farma, pada akhir 2020 diharapkan 10 juta vaksin," ujar Penny.

Penny menjelaskan kunjungan BPOM ke UEA dilakukan untuk mendapatkan informasi detail mengenai pengembangan vaksin COVID-19. Selain itu, BPOM juga bertemu dengan sejumlah pejabat di sana.

"Dalam kesempatan pada 24-26 Agustus lalu, kami menemui Departemen Kesehatan Emirat, Abu Dhabi, yang memberikan izin dan memonitor uji klinis, kemudian kami juga berkesempatan bertemu dengan Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab di Dubai yang membawahi otoritas obat dan market license dan pihak CEO G42 juga mengunjungi vaccine testing center yang berlokasi Abu Dhabi National Exhibition Center," ujar Penny.

Penny mengatakan proses uji klinis vaksin di UEA berjalan lancar. Salah satu aspek positif dari uji klinis tersebut adalah keikutsertaan warga dari berbagai bangsa.

"Kami melihat uji klinis fase III dilaksanakan dengan sangat baik dan terorganisir dan banyak sekali aspek, baik positif dalam pelaksanaan uji klinis di Uni Emirat Arab adalah partisipasi 22 ribu peserta dengan keberagaman kebangsaan karena Uni Emirat Arab salah satu negara melting pot," ujar dia.

"Jadi 119 kebangsaan yang sudah terlibat dalam uji klinis ini sebagai subjek uji klinis dan melibatkan 100 dokter, 1.000 perawat. Keragaman populasi ini akan memberikan hasil uji klinis yang valid. Kami melihat bahwa uji klinis sudah dilakukan dengan validitas yang sudah terjaga dan sama dengan yang dilakukan di Bandung. Keikutsertaan pimpinan tertinggi Uni Emirat Arab dilakukan di uji klinis dan saat ini sudah terkumpul 15 ribu dari target 20 ribu uji klinis vaksin ini," sambung Penny.

Selain itu, sambung Penny, kandidat vaksin ini juga sudah mendapatkan emergency use authorization dari China. Selanjutnya UEA diharapkan dapat memberikan emergency use authorization pada 2 bulan ke depan.

Tonton video 'Jokowi: RI Dapat Komitmen Vaksin hingga Akhir 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/gbr)