KPK Kecewa MA Sunat Vonis Eks Bupati Talaud Jadi 2 Tahun Penjara

Ibnu Hariyanto - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 08:43 WIB
Ali Fikri
Ali Fikri (Ari Saputra/detikcom)

Pada 9 Desember 2019, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 4 tahun 6 bulan penjara kepada Sri Wahyumi. Sri Wahyumi terbukti menerima suap bersama Benhur dari pengusaha Bernard Hanafi Kalalo. Suap itu berkaitan dengan proses lelang proyek revitalisasi Pasar Beo dan revitalisasi Pasar Lirung di Talaud tahun anggaran 2019.

Benhur diminta Sri Wahyumi menawarkan sejumlah proyek kepada swasta dengan commitment fee 10 persen kepada Sri Wahyumi. Dari situ, sejumlah aliran suap yang diterima Sri Wahyumi, beberapa di antaranya diberikan melalui Benhur.

Mulai dari tas tangan merek Balenciaga yang dibeli di Jakarta oleh Bernard, lalu dilaporkan ke Benhur yang kemudian disampaikan ke Sri Wahyumi, hingga jam tangan Rolex yang juga dipesan oleh Benhur atas persetujuan Bernard untuk Sri Wahyumi.

Atas vonis itu, Sri Wahyumi awalnya menerima. Belakangan, dia memilih mengajukan peninjauan kembali (PK). Siapa yang menyangka, permohonan PK dikabulkan.

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Suhadi dengan anggota Eddy Army dan M Askin. Putusan itu diketok pada 25 Agustus 2020. Suhadi sehari-hari adalah Ketua Muda MA bidang Pidana.

"Kabul permohonan PK Pemohon, batal putusan judex facti, kemudian MA mengadili kembali menyatakan Pemohon PK terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf a UU PTPK. Menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan," kata juru bicara MA hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Jumat (28/8).

Halaman

(ibh/lir)